Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lokasi Pabrik Bioetanol Belum Pasti Antara Kecamatan Gayam dan Ngasem, Kementerian ESDM Target Tuntas 2027

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 18 Maret 2025 | 20:24 WIB
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rencana pendirian pabrik bioetanol terus bergulir. Surat izin penggunaan kawasan hutan (PKH) berproses di kementerian kehutanan (kemenhut).

Berdasar pemeriksaan lapangan, lokasi pabrik berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Namun, dalam peta peluang investasi disebut di Kecamatan Gayam.

Luas lahan industri 10 hektare (ha) dan luas kawasan 380 ha. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memercepat realisasi, dengan target akhir 2027.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menuturkan, belum ada update lokasi. Hingga kemarin (17/3) belum menerima informasi pasti dan rinci terkait titik lokasi. Antara di Kecamatan Ngasem atau di Gayam. ‘’Belum ada update lokasi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menambahkan, belum ada konfirmasi terkait titik lokasi proyek strategis nasional (PSN) itu.

‘’Masih belum ada pembahasan (titik lokasi),” tegas Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan. 

Menurutnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Bappeda, masih belum mendapat informasi resmi perkembangan rencana pembangunan pabrik metanol tersebut, meski sebelumnya sempat dilakukan pembahasan.

Sementara, target percepatan pembangunan tersebut, diungkapkan oleh Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung pada Jumat (14/3) lalu. Hal tersebut, untuk mengurangi ketergantungan impor.

‘’Jadi, kita lagi mendorong ini PSN bioetanol yang ada di Bojonegoro. Itu juga lagi kita kejar,” terangnya.

Infografis Rencana Pembangunan Pabrik Etanol Ngasem (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Rencana Pembangunan Pabrik Etanol Ngasem (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Yuliot Tanjung menambahkan, meski disadari pembangunan industri ini akan memakan waktu, namun berharap pembangunan di Bojonegoro akan selesai pada akhir 2027 mendatang.

‘’Mudah-mudahan itu nanti dengan percepatan,” imbuhnya melalui pernyataan yang diterima Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Kasi Tata Kelola dan Usaha Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bojonegoro Rizki Firmansyah mengatakan, sesuai rencananya di Kecamatan Ngasem.

‘’Terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem,’’ katanya Sabtu (15/3) malam.

Menurut dia, lokasi tersebut berdasar pertimbangan teknis dengan pemohon, perhutani, dan dinas kehutanan provinsi. Pembangunannya diperkirakan memakan luas sekitar 230 ha. Termasuk sarana prasarana (sarpras) pendukung pabrik.

Terletak di kawasan hutan RPH Sawitrejo, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro. Proses pembangunan tidak belum membahas kepastian lokasi. Melainkan skema izin PKH. ‘’Status lahan kawasan hutan nanti ada proses PKH. Jadi, tidak ada estimasi harga karena kawasan hutan negara. Pabrik etanolnya kan punya negara juga,’’ beber Rizki.

Dia menambahkan, status lahan saat ini merupakan hutan produksi. Sedangkan, untuk izin PKH, belum bisa dipastikan. ‘’Masih proses di kemenhut, kami belum bisa memastikan (kapan surat izin keluar),’’ tegasnya.

Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum dan Kepatuhan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bojonegoro Sunyoto membenarkan, lokasi pembangunan pabrik bioetanol terletak di kawasan hutan di bawah KPH Bojonegoro.

Izin masih dalam proses, sedangkan perbedaan lokasi di peta peluang investasi berdasar hasil pemeriksaan lapangan. Yang dilaksanakan sekitar akhir 2024.

Dia mengatakan, penyiapan lahan kawasan hutan digunakan untuk pembangunan pabrik dan pembenihan. Rencana jenis tanaman digunakan yakni sorgum.

‘’Tanamannya nanti sorgum. Antara itu, sorgum dan jagung,’’ beber dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Bandungrejo, Kecamatan Ngasem Supriadi mengatakan, telah mengetahui terkait pendirian pabrik bioetanol di daerahnya. Namun, belum tahu pasti waktu pelaksanaannya. ‘’Iya, kami belum tau waktu pelaksanaannya,’’ ungkapnya. (yna/dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#peta peluang investasi #kementerian esdm #pkh #bupati bojonegoro #esdm #Ngasem #kemenhut #bioetanol #hutan #kehutanan #dinas kehutanan #psn #Bappeda #bojonegoro #KPH Bojonegoro #Setyo Wahono #lokasi #Kawasan Hutan #gayam #pabrik #Yuliot Tanjung