Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Banjir Bandang Kecamatan Gondang Sisakan Genangan Lumpur, Warga di Wilayah Curam Diimbau Waspada

Hakam Alghivari • Senin, 10 Maret 2025 | 19:07 WIB

 

KERJA BAKTI: Warga bersama TNI-Polri kerja bakti membersihkan sisa genangan lumpur di jalan turut Desa Gondang, Kecamatan Gondang kemarin (9/3).
KERJA BAKTI: Warga bersama TNI-Polri kerja bakti membersihkan sisa genangan lumpur di jalan turut Desa Gondang, Kecamatan Gondang kemarin (9/3).

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Banjir bandang yang melanda empat desa di Kecamatan Gondang pada Jumat sore lalu (7/3), masih proses pemulihan hingga kemarin (9/3). Selain kerusakan infrastruktur, banjir juga menyisakan genangan lumpur di jalan dan permukiman.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono pascaturun ke lokasi banjir, langsung menginstruksikan upaya penanganan bencana banjir di wilayah selatan Bojonegoro tersebut. Selain evakuasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

Juga perbaikan infrastruktur oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ’’Pasti serius kami tangani,” tegas Bupati Wahono kemarin.

Sementara itu, kondisi pascabanjir bandang masih menyisakan genangan lumpur hingga kemarin. Hal itu terus dilakukan pembersihan oleh warga, TNI-Polri, dan OPD. ’’Alhamdulillah, sebagian besar di rumah-rumah warga sudah dilakukan pembersihan lumpur atau sisa-sisa linet,” ungkap Kapolsek Gondang AKP Bambang Ady Tenggani.

Selain itu, Kapolsek memastikan, bahwa sebagian besar akses warga mulai pulih dan sudah bisa dilalui. Menurutnya, proses kerja bakti dilakukan oleh warga  dan petugas mulai Sabtu (8/3) hingga kemarin. ’’Akses yang di Desa Gondang sudah normal,” ungkapnya.

Ilustrasi dan grafis banjir bandang di Gondang.
Ilustrasi dan grafis banjir bandang di Gondang.

Namun, pascajebolnya jembatan di Desa Sambongrejo, warga menggunakan jalur alternatif untuk sementara. ’’Yang Dusun Sambong, Desa Sambongrejo, warga masih ada jalan alternatif untuk keluar dusun tersebut ke wilayah Gondang,” terangnya.

Berdasar data BPBD Bojonegoro, dampak banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Gondang, yakni Desa Senganten, Sambongrejo, Pajeng, dan Gondang.  Dampaknnya, sembilan rumah di Desa Senganten sempat tergenang dengan ketinggian satu meter.

Lalu, Desa Sambongrejo terdapat satu rumah roboh dan satu rumah hanyut.  Selain itu, juga menyebabkan dua jembatan terputus yang sama-sama berada di Desa Sambongrejo, Kecamantan Gondang, dan enam rumah tergenang air dengan ketinggian satu meter.

Sementara itu, di Desa Gondang sebanyak 300 rumah tergenang air, 17 di antaranya rusak. Selain itu, juga menyebabkan satu unit motor rusak milik warga Dusun Lorkali dan sembilan hewan ternak hanyut. Lalu, di Desa Pajeng menyebabkan kerusakan jalan PUK.

Baca Juga: Kecamatan Gondang, Bojonegoro Diterjang Banjir, Satu Jembatan Desa Roboh

Perlu diketahui, data tren tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo pukul 18.00 WIB kemarin alami kenaikan. Statusnya siaga kuning dengan ketinggian 13,54 meter.

Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 16 Maret

Bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Bojonegoro menimbulkan kewaspadaan bagi masyarakat. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih berlangsung hingga 16 Maret mendatang.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menyampaikan, bahwa masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem, yang mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang. ’’Periode (potensi cuaca ekstrem) hingga 16 Maret 2025,” terangnya.

Taufiq menambahkan, bahwa sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, salah satunya Kabupaten Bojonegoro. ’’Saat ini, akhir musim hujan dan akan memasuki masa peralihan, sehingga potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi,” ungkapnya.

Kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. (dan/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#banjir bandang #bojonegoro #Setyo Wahono #cuaca ektrem #bpbd #Gondang