Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Bojonegoro Temukan Perbedaan Data DBH Migas: KPPN Sebut Rp 1,8 Triliun, Data Bapenda Rp 1,9 Triliun

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 13 Desember 2024 | 16:33 WIB
DBH SUDAH CAIR: Kantor Pemkab Bojonegoro berdiri megah, DBH Migas tahun ini sudah terealisasi melebihi target. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
DBH SUDAH CAIR: Kantor Pemkab Bojonegoro berdiri megah, DBH Migas tahun ini sudah terealisasi melebihi target. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Data realisasi pendapatan dari dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas (Migas) 2024 sudah masuk kas daerah (kasda) 100 persen.

Namun, terjadi perbedaan data antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro. KPPN sebut realisasi Rp 1,8 trilun. Sebaliknya, Bapenda sebut Rp 1,9 triliun.

Menurut Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Bojonegoro Achmad Suryadi, DBH migas triwulan ketiga sudah masuk Oktober lalu ke kas daerah sebesar Rp 337 miliar.

Saat ini Bojonegoro kembali menerima transfer DBH migas triwulan keempat sebesar Rp 360 miliar. Sehingga, total DBH migas di Bojonegoro sebesar Rp 1,955 triliun.

‘’Melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 1,802 triliun,’’ katanya.

Suryadi menjelaskan, transfer DBH migas triwulan keempat menambah pendapatan Bojonegoro. Terlebih total transfer dari pemerintah pusat melebihi target. Hal tersebut juga bisa menambah sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) 2024.

‘’Pendapatan Bojonegoro adanya transfer DBH ini bertambah, tapi silpa juga mengikuti serapan APBD hingga November ini,’’ tuturnya.

Statistik Realisasi DBH Migas Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Statistik Realisasi DBH Migas Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, penyaluran DBH di Bojonegoro sudah 100 persen, yakni sebesar Rp 2,528 triliun tahun ini. Meliputi DBH pajak total sebesar Rp 722 miliar dan DBH Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp 1,806 triliun.

Berdasar data dari KPPN Bojonegoro, DBH SDA terbesar yang diterima Bojonegoro adalah DBH migas, yakni Rp 1.802 triliun. Kemudian, DBH kehutanan sekitar Rp 1,329 miliar, DBH perikanan Rp 1,143 miliar, DBH minerba Rp 742 juta, dan terendah DBH panas bumi hanya sekitar Rp 16,8 juta.

Untuk penyaluran DBH migas triwulan pertama di Bojonegoro sebesar Rp 360,5 miliar pada Februari 2024. Kemudian, penyaluran triwulan kedua sebesar Rp 450,7 miliar pada Mei 2024 dan triwulan ketiga sebesar Rp 631 miliar pada Juli 2024. Sisanya, sekitar Rp 361,5 miliar disalurkan pada triwulan keempat tahun ini.

‘’Untuk penyaluran DBH sudah 100 persen,’’ ujarnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#silpa #bapenda bojonegoro #apbd #Dana Bagi Hasil #transfer #triwulan #dbh migas #bapenda #KPPN #bojonegoro #dbh #kasda #pendapatan #pad #migas