Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ekonom: Deflasi Empat Bulan Beruntun, Daya Beli Masyarakat Bojonegoro Lesu

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 11 Oktober 2024 | 17:32 WIB
Grafis Deflasi di Bojonegoro
Grafis Deflasi di Bojonegoro

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Deflasi berlangsung selama empat bulan beruntun di Kabupaten Bojonegoro. Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro mencatat perekonomian setempat mengalami deflasi sejak Juni hingga September.

Ekonom menyebut hal itu mencerminkan lesu atau turunnya daya beli masyarakat. Berdasar data BPS Bojonegoro, deflasi kali perama terjadi pada Juni 2024 lalu sebesar 0,65 persen secara bulanan (month-to-month), kemudian Juli menyentuh 0,7 persen, dan Agustus yang tak lebih baik yakni 0,23 persen. Sementara, data terakhir pada September menyentuh 0,16 persen.

Ekonom Bojonegoro Agung Hermantono mengatakan, melihat deflasi yang terjadi beruntun di Kabupaten Bojonegoro, ia mengimbau masyarakat bersiaga dengan tetap memegang uang cash. Meski, ia melihat kondisi krisis, namun ia tetap berharap hal tersebut tak terjadi.

’’Daya beli masyarakat Bojonegoro untuk kelas menengah ke bawah sudah mengalami penurunan,” bebernya. Selain itu, inflasi pada kenaikan harga bahan pokok serta barang-barang konsumtif yang lain juga menjadi faktor perubahan daya beli masyarakat.

’’Inflasi pada kenaikan bahan pokok serta barang konsumtif, sangat memengaruhi menurunnya daya beli masyarakat, yang akhirnya beralih ke merk lain,” terang pria yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Permata Bojonegoro itu.

Sementara itu, Kepala BPS Bojonegoro Kiki Ferdiana menjelaskan, bahwa dalam menyikapi angka deflasi yang terjadi berturut-turut tersebut, perlu dicermati juga komoditas-komoditas yang menjadi penyebab deflasi.

’’Jika dilihat komoditas penahan inflasi, merupakan komoditas dengan harga bergejolak, yaitu komoditas pangan,” terangnya.

Menurutnya, komoditas pangan memang menjadi komoditas yang seharusnya dijaga kestabilan harganya. Karena banyak dikonsumsi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Dengan harga komoditas pangan yang menurun ini, dimungkinkan daya beli masyarakat masih stabil. ’’Namun, hal itu bisa disebabkan karena sedang melimpahnya persediaan di pasaran karena bersamaan dengan masa panen,’’ tuturnya. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Ekonomi Islam #BPS Bojonegoro #daya beli #pangan #kelas menengah ke bawah #Panen #komoditas pangan #harga barang pokok #komoditas #STEI Hamfara #ekonom #Ekonomi #krisis #deflasi #bojonegoro #bps #uang cash