BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dari total 430 desa dan kelurahan di Bojonegoro. Sebanyak 359 desa atau kelurahan belum melunasi pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2) hingga Kamis (22/7). Dengan total tunggakan sekitar Rp 19,4 miliar.
Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah 2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Hendri Eko mengatakan, dari 430 desa atau kelurahan di Bojonegoro. Baru 71 desa atau kelurahan yang telah melakukan pelunasan PBB-P2 hingga Kamis (22/7). Dengan jumlah total baku PBB-P2 Rp 46,6 miliar. Baru terealisasi sebanyak 58,31 persen, yakni sekitar Rp 27,1 miliar.
‘’Sehingga, masih terdapat sisa sekitar Rp 19,4 miliar,’’ katanya.
Dia menjelaskan, meski rerata persentase pelunasan PBB-P2 di setiap kecamatan sudah di atas 50 persen. Namun, masih terdapat 4 kecamatan dengan presentase pelunasan PBB-P2 di bawah 50 persen.
Di antaranya, Kecamatan Kapas dengan presentase 49,05 persen, Kecamatan Bojonegoro 44,94 persem, Kecamatan Ngraho 44,73 persen, dan Kecamatan Kalitidu 44,06 persen.
Kemudian, terdapat lima kecamatan yang desanya belum ada yang melunasi PBB-P2. Di antaranya, 12 Desa di Kecamatan Temayang, 12 Desa di Kecamatan Purwosari, 17 Desa di Kecamatan Ngasem, 23 desa di Kecamatan Kedungadem, dan 18 Desa di Kecamatan Bojonegoro.
‘’Baru ada satu kecamatan yang sudah melunasi PBB-P2 100 persen. Yakni, Kecamatan Ngambon yang terdapat lima desa dan telah melakukan pelunasan semuanya,’’ lanjutnya.
Hendri menyebutkan, lima kecamatan dengan persentase pelunasan PBB-P2 tertinggi di Bojonegoro. Meliputi, Kecamatan Ngambon mencapai 100 persen, Kecamatan Bubulan 95,03 persen, Kecamatan Margomulyo 91,43 persen, Kecamatan Kanor 86,63 persen, dan Kecamatan Malo sebesar 77,83 persen.
Kepala Desa Pasinan, Kecamatan Baureno Fanny Khumaydah mengatakan, pembayaran PBB-P2 di Desa Pasinan belum lunas. Namun, terus berjalan. Termasuk, memberi peringatan kepada para masyarakat dan pabrik-pabrik di desa tersebut untuk segera melakukan pelunasan PBB-P2.
‘’Masih jalan, untuk masyarakat dan pabrik-pabrik juga kita obrak,’’ ujarnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana