BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mengantisipasi mengeringnya pohon peneduh di kawasan Kota Bojonegoro. Dinas Lingkungkan Hidup (DLH) menambah intensitas penyiraman di musim kemarau.
Terlebih, rerata pohon yang ditanam di 21 trotoar, masih baru dan belum memiliki akar yang kuat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dandi Suprayitno mengatakan, peningkatan penyiraman tanaman untuk mencegah agar tidak layu, seiring dengan teriknya matahari, dan hujan sudah jarang mengguyur. ‘’Dilakukan penyiraman lebih dari biasanya,” ungkap Dandi kemarin (23/7).
Menurutnya, peningkatan penyiraman tersebut lebih ditingkatkan sejak Juli ini. Terlebih, sebagian besar pohon peneduh sudah menjadi tanggung jawab DLH, kecuali pohon yang baru ditanam pada akhir tahun lalu, yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
‘’Untuk peningkatan penyiraman, dua kali lipat,” terangnya
Sementara itu, Rendi, pengusaha tanaman asal Kecamatan Kalitidu mengatakan, pohon yang baru ditanam memang membutuhkan persediaan air yang lebih banyak. Sebab, pohon tersebut belum memiliki akar yang kuat. ‘’Wajar kalau banyak pohon yang baru ditanam justu mati, karena belum memiliki akar yang cukup kuat dan butuh lebih banyak suplai air,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, tak semua pohon yang ditanam tumbuh sempurna, dan puluhan pohon masih tak berdaun, khususnya pohon di Jalan Teuku Umar, Basuki Rahmat, Dr. Cipto, Jalan Pahlawan, dan Jalan Hasyim Asyrari.
Diketahui, lima ruas trotoar itu, baru ditanam pohon pule dan tabebuya akhir tahun lalu sebanyak 587 pohon. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana