Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kampus Swasta Bojonegoro Klaim Berdaya Saing, Meski juga Disebut Pilihan Terakhir

Hakam Alghivari • Senin, 24 Juni 2024 | 20:20 WIB
Ilustrasi pendidikan perkuliahan.
Ilustrasi pendidikan perkuliahan.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kampus swasta lokal di Bojonegoro sedang berburu mahasiswa baru. Terdapat sekitar 15 kampus masih membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB). Setiap kampus memiliki cara dan strategi tersendiri untuk menarik minat calon mahasiswa.

Ketua PMB STIE Cendekia Ahmad Sholihudin mengatakan, pelaksanaan PMB sejak Januari dan berlangsung hingga September 2024. Pagu tersedia 250 mahasiswa baru (maba) per angkatan terlebih hanya terdapat dua program studi (prodi).

Ahmad tak menampik terkait kampus swasta lokal sering menjadi pilihan terakhir. Menurutnya, bukan menjadi masalah. Karena setiap calon mahasiswa memiliki hak masing-masing untuk memilih. Juga menentukan di mana akan melanjutkan pendidikan.

Namun, ketika dilihat dari lulusan atau alumni banyak yang bekerja pada lembaga maupun instansi bereputasi. Hingga banyak alumni memiliki bisnis sendiri. ’’Intinya meskipun lokal tapi dapat bersaing dengan lulusan kampus perguruan tinggi negeri (PTN) atau  luar Bojonegoro,” ungkapnya.

Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Sudalhar mengatakan, PMB dibuka sejak 1 September 2023 dan ditutup 31 Agustus mendatang. Kuota atau pagu 50 mahasiswa baru setiap prodi. ’’Ada tiga prodi S1 Administrasi RS, D3 Rekam Medis dan S1 Gizi,” jelasnya.

Dalhar menjelaskan upaya yang dilakukan untuk mendapatkan maba dengan sosialisasi ke sekolah dan pondok, sosialisasi media sosial dan elektronik serta media cetak.

Menurut Dalhar kampus lokal untuk kalangan tertentu memang menjadi pilihan terakhir. Namun di sebagian kalangan justru menjadi pilihan utama dengan berbagai pemikiran atau pertimbangan.

Seperti, dekat orang tua sehingga biaya hidup masih terkaver keluarga, UKT lebih terjangkau, dan prodi pilihan yang diidamkan. Selain itu, STIKES Maboro memiliki prodi langka, kesempatam kerja lulusan terbuka luas, akreditasi baik sekali, dan beasiswa banyak tersedia.’’UKT Rp 4,8 juta per semester dan tersedia beasiswa dengan total Rp 500 juta,” ujarnya.

Rektor Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tri Astuti Handayani juga optimistis minat kuliah di dalam daerah meningkat. Ia menyebut lembaganya tak kalah saing dengan kampus luar. Mengingat target mahasiswa Unigoro mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Dari 2023 sekitar 900-1.000 mahasiswa menjadi 1.000 mahasiswa. ’’Saat ini, masih dilaksanakan psikotes. Bertahap, ini jumlah (mahasiswa mendaftar) kurang lebih 700 mahasiswa,” lanjutnya.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro M. Jauharul Ma'arif menambahkan, kampus lokal berani bersaing dan tidak kalang saing dengan PT luar daerah. Ini menjadi pemicu pemuda berkuliah di dalam kota. ’’Inggih (iya), kampus lokal berani bersaing dan tidak kalah saing dengan kampus luar,” terangnya. (irv/yna/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#pmb #Pendidikan #maba #prodi #kampus swasta #bojonegoro #Perkuliahan #ptn