BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembebasan lahan terdampak Bendungan Karangnongko sebagai proyek strategis nasional (PSN) belum tuntas.
Sekitar 272 bidang belum appraisal (penaksiran), karena menunggu identifikasi. Sedangkan, proyek pembangunannya memasuki proses penggalian.
‘’Warga kami sekarang menunggu 132 bidang yang sudah diidentifikasi. Namun, belum diumumkan,” ujar Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani, kemarin (11/6).
Bendungan Karangnongko memakan lahan di dua desa turut Kecamatan Margomulyo. Meliputi Desa Kalangan dan Ngelo.
Total lahan terdampak sebanyak 662 bidang. Rinciannya 397 bidang di Desa Kalangan dan sekitar 262 bidang di Desa Ngelo. Untuk Desa Kalangan telah dilakukan pembebasan di sejumlah 155 bidang. Sisanya 132 proses pengumuman dan 110 belum diidentifikasi dan inventarisasi.
Sementara itu, di Desa Ngelo sejumlah 50 bidang telah diumumkan. Sebanyak 38 bidang di antaranya telah dibebaskan.
Sedangkan 12 bidang menunggu pihak perhutani, sebab lahan berbatas hutan. Sisanya sekitar 212 bidang belum diidentifikasi. Sehingga total lahan belum diidentifikasi sebanyak 322 bidang.
Kasmani melanjutkan, selain menanti pembayaran ganti untung, warga juga menunggu kejelasan relokasi atau hak guna bangunan (HGB).
Dia berharap, segera ada kejelasan HGB agar warga merasa tenang. ‘’Yang 110 bidang sudah diukur. Tapi, belum diidentifikasi,” tambahnya.
Kepala Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Tri Maryono bersyukur pengukuran lahan di wilayahnya telah dilakukan. Meski belum mencapai pembayaran ganti untung keseluruhan.
‘’Alhamdulillah pengukuran selesai, tinggal nunggu tim BPN (badan pertanahan nasional) untuk verifikasi data setelah itu satgas (satuan tugas) B turun,” jelasnya.
Dia melanjutkan, saat ini menunggu proses selanjutnya dan berharap tahapan berjalan lancar. Sedangkan, untuk 12 bidang telah diumumkan, belum dibayar, karena menunggu keputusan pihak perhutani.
‘’Menunggu proses berikutnya. Semoga lancar. Untuk pembangunan saat ini proses penggalian,” jelasnya.
Kapal Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Tanah (PU SDA) Bojonegoro Heri Widodo mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan terdampak.
Untuk Desa Kalangan 132 bidang telah diumumkan hasil pengukura satgas A dan B. ‘’Harapannya awal Juni sudah selesai dan segera disediakan pihak KJPP (kantor jasa penilai publik) untuk dilakukan ganti untung,” terangnya.
Dia melanjutkan, untuk sisa bidang lainnya proses klasifikasi balai kesatuan pengelolaan hutan (BKPH) Jogjakarta, karena berbatasan langsung dengan hutan.
Heri berharap, dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan dan segera proses penilaian KJPP.
‘’Untuk Desa Ngelo Alhamdulillah sisa belum terukur sekitar 212 bidang sudah tuntas siap 100 persen dan telah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN sambil menunggu pemetaan bidang dalam waktu dekat. Satgas B akan dituturnkan untuk inventarisasi,” jelas dia. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari