Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pro dan Kontra Terkait “Piknik”, Sebenarnya Guru atau Siswa yang Butuh Piknik?

Hakam Alghivari • Senin, 20 Mei 2024 | 21:28 WIB
Beberapa kali bus karyawisata atau study tour sekolah terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) hingga merenggut nyawa. Pro dan kontra terkait “piknik” sekolah ini pun bergeliat. Jadi, sebenarnya
Beberapa kali bus karyawisata atau study tour sekolah terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) hingga merenggut nyawa. Pro dan kontra terkait “piknik” sekolah ini pun bergeliat. Jadi, sebenarnya

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Marak laka lantas melibatkan rombongan karyawisata atau study tour di berbagai daerah tiap tahunnya. Tidak sedikit kasus meregang banyak nyawa. Salah satunya, bus SMKN 1 Ngasem saat perjalanan dari Bali-Bojonegoro pada 2 Desember 2023 lalu.

Banyak faktor penyebab laka. Di antaranya kendaraan atau bus tak laik jalan hingga keteledoran sopir. Sehingga, pihak sekolah diimbau lebih selektif dalam memilih travel atau biro perjalanan. Meski demikian, siswa dan orang tua menilai rekreasi penting dilakukan.

Alasannya, sebagai variasi belajar agar tidak jenuh. ’’Semua perangkat harus safety (aman),” tegas Sulirin, orang tua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Model Terpadu (SMAN MT) Bojonegoro kemarin (19/5).

Menurut perempuan asal Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu, rekreasi atau piknik bagi siswa dibutuhkan. Namun, jangan sampai membuat beban perihal besaran biaya. Serta, tutur dia, seluruh perangkat atau sarana dan prasarana (sarpras) travel seperti bus harus aman.

Virda Putri Ambarwati, salah satu orang tua siswa taman kanak-kanak (TK) asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander menambahkan, bahwa rekreasi hal fleksibel. Tidak harus wajib. Namun, menurutnya, saat ini piknik hingga luar kota atau rekreasi menjadi barang wajib bagi setiap lembaga.

’’Memang penting mengenalkan wisata pada anak. Tapi, sebagai orang tua harus tahu kapan waktu tepat untuk itu dan mempertimbangkan risiko tidaknya,” tutur perempuan 27 tahun itu. Terkait banyaknya kejadian tidak diinginkan seperti laka, tambah dia, harus didampingi tim kesehatan dan keamanan.

Azizah Putri Medina, siswi Kelas X SMAN MT Bojonegoro mengungkapkan, study tour atau kunjungan luar sekolah penting dilakukan. Karena untuk belajar dan mengenal lingkungan luar. Sekaligus bermain dan refreshing agar otak tidak jenuh. ’’Karena kalau hanya belajar di sekolah tiga tahun tentu bosen,” katanya.

Terpisah, Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Baureno Astutik berpendapat, rekreasi penting bagi semua orang, termasuk siswa. Alasannya, banyak manfaat didapat. Di antaranya menyegarkan kembali pikiran dan jiwa.

Karena selama setahun siswa banyak belajar di sekolah dengan ritme yang jenuh atau bosan. Sehingga, butuh penyegaran dengan berkunjung ke tempat wisata. Selain itu, juga dapat mempererat hubungan antarsiswa. ’’Ketika hubungan semakin dekat dan solid akan berdampak positif dalam proses pembelajaran di kelas,’’ jelasnya. (yna/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#study tour #Guru #piknik #Siswa #bojonegoro #Pro dan Kontra #Karyawisata