BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tiga kali guncangan gempa dirasakan warga di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro Jumat (22/3).
Guncangan pertama pukul 11.22 hingga pukul 15.52 tersebut, sempat membuat warga panik dan berhamburan ke luar ruangan. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya terjadi 20 kali gempa susulan.
‘’Berdasarkan laporan, getaran ini dirasakan di 28 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Laela Nor Aeny kemarin.
Menurutnya, berdasarkan monitoring BPBD hingga pukul 16.00 kemarin, belum terdapat laporan kerusakan berat. Hanya terdapat keretakan kecil, salah satunya di Kantor Kecamatan Padangan.
Sementara itu, kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tuban Zem Irianto mengatakan, sejak gempa pertama dengan kekuatan magnitudo 6, tidak berpotensi tsunami.
Meski dari hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). ‘’Sampai pada pukul 14.30 WIB, tercatat sudah 19 kali gempa susulan,” ungkapnya.
Pria asal Jayapura, Papua tersebut menambahkan, gempa susulan bahkan lebih besar dibanding gempa pertama, yakni 6,5 magnitudo. Berdasarlam analisis BMKG, gempa tektonik yang terjadi kemarin, merupakan jenis gempa bumi dangkal dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan air laut. ‘’Berlokasi di wilayah pantai barat Gresik dan berjarak 126 km arah timur laut Tuban,” jelasnya.
Kejadian gempa tersebut, juga berdampak dan dirasakan di Bojonegoro dengan skala intensitas II hingga III. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu-lalang.
Selain itu, gempa juga dirasakan di sejumlah kabupaten lain yakni Kabupaten Tuban, Bawean, Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan , Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang dan Yogyakarta. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana