Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bojonegoro Membara Sepanjang 2023, Jumlah Kejadian Kebakaran di Bojonegoro Melonjak Drastis

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 8 Januari 2024 | 18:39 WIB
PEMADAMAN: Petugas dindamkarmat sedang berupaya memadamkan si jago merah yang melahap kandang ayam di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander pada 24 Desember 2023. (DINDAMKARMAT FOR RADAR BOJONEGORO)
PEMADAMAN: Petugas dindamkarmat sedang berupaya memadamkan si jago merah yang melahap kandang ayam di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander pada 24 Desember 2023. (DINDAMKARMAT FOR RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sepanjang 2023, jumlah kejadian kebakaran di Bojonegoro melonjak drastis. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Bojonegoro mencatat sebanyak 520 kejadian kebakaran sepanjang tahun lalu.

Angka tersebut melonjak tajam. Bahkan, tertinggi selama lima tahun terakhir. Berdasar data dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro dari dindamkarmat, dampak meteriil kebakaran ditaksir mencapai Rp 22,6 miliar pada 2023.

Kepala Dindamkarmat Bojonegoro Achmad Gunawan menyampaikan, dari 520 kejadian, penyumbang angka kebakaran terbanyak yakni, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 180 kejadian. Kebakaran lain terjadi pada rumpun bambu atau pohon yakni, 177 peristiwa. ’’Dan, 63 kebakaran rumah atau permukiman yang ditangani dindamkarmat pada 2023,” terangnya.

Selain itu, kebakaran pada tempat usaha 38 kali, kebakaran tabung elpji 12 kali, dan 5 kali kebakaran kendaraan. Kemudian, kebakaran pada meteran listrik ada 14 kejadian dan kebakaran limbah pabrik 31 kali.

Banyaknya insiden kebakaran ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sebab, adanya anomali cuaca pada pertengahan 2023 efek dari el nino. Salah satu contoh yakni, tingginya kebakaran lahan.

Karena aktivitas membakar sampah di lahan hutan, diiringi cuaca panas menyebabkan api cepat merambat ke lahan. ’’Berpengaruh terhadap mudahnya api membesar,” jelasnya. Namun, Kemarau bukan menjadi satu-satunya faktor meningkatkan potensi kebakaran.

Pihaknya berharap masyarakat tidak membakar sampah terlebih di kawasan hutan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. ’’Tidak hanya di kawasan hutan, membakar sampai di mana pun dilarang,” bebernya.

Pihaknya juga tetap mengimbau, meski telah memasuki musim penghujan tak serta-merta aman. ’’Kebakaran itu faktor utamanya berangkat dari kelalaian dan kurangnya proteksi. Jadi, tidak mengenal musim,” terangnya. Selain itu, mewaspadai aktivitas dapur dan tempat berpotensi terjadinya percikan api.

Terpisah, Administratur (Adm) KPH Perhutani Bojonegoro Irawan mengatakan, penyebab kebakaran hutan jarang sekali tanpa ada kesengajaan. Upaya perhutani mengurangi jumlah kebakaran hutan dengan pemasangan tulisan larangan pembakaran hutan. ’’Meskipun hutan jati, tidak akan mati saat ada kebakaran. Tapi, akan merusak ekosistem hutan,” ungkapnya.

Selain itu, pada kemarau tahun lalu, terdapat 50.176 hektare lahan hutan di wilayah KPH Perhutani Bojonegoro memiliki kerawanan terjadi kebakaran. Terutama yang berada di kawasan pinggir jalan. Maupun di batas yang dikerjakan masyarakat.

’’Kalau musim kering ini rawan semua, dengan luasan itu juga susah untuk menjaganya. Tapi, paling sering kejadian itu di pinggir jalan arah Kecamatan Bubulan dan Dander,” imbuhnya.

Perlu diketahui, angka kebakaran 2023 mencapai 520 kejadian tersebut jauh lebih tinggi dibanding rerata angka kebakaran lima tahun terakhir. Pada 2022, 128 kejadian; pada 2021, 150 kejadian; pada 2020, 114 kejadian; dan pada 2019, 224 kejadian. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Kebakaran #perhutani #membakar sampah sembarangan #bojonegoro #cuaca panas #dindamkarmat #kebakaran hutan