BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Berbagai inovasi terus dilakukan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam ketahanan pangan, khususnya pada produksi bawang merah.
Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), telah mencanangkan penggunaan teknologi “True Shallot Seed” (TSS) tahun ini. Untuk mengatasi ketergantungan benih umbi.
Bahkan, berdasar penelitian dan percontohan, hasilnya terbukti lebih efektif dan efisien.
Teknologi TSS pertama dikenalkan melalui percontohan di Kecamatan Dander, dan di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas pada tahun ini. ‘’Kemudian di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras yang telah berhasil panen pada 19 September lalu. Saat ini, penggunaannya terus meluas dan petani melanjutkan budidaya TSS secara mandiri,’’ ungkap Subkor Hortikultura DKPP Bojonegoro Lely Purnamawati.
Selain itu, langkah untuk mengatasi ketergantungan benih umbi dari daerah lain. Selain itu, teknologi tersebut mampu menekan biaya produksi yang lebih murah dibandingkan dari benih umbi.
‘’Produksi juga lebih banyak, karena benih TSS merupakan F1 atau turunan pertama, yang lebih tahan dengan hama penyakit,’’ terangnya.
Kepala DKPP Bojonegoro Helmy Elisabeth menyampaikan, teknologi TSS ini muncul berawal dari kebutuhan benih di Bojonegoro yang masih tergantung dari luar daerah.
Sehingga untuk mengatasinya, sejak 2022 DKPP berusaha menumbuhkan penangkar benih dari wilayah Bojonegoro sendiri meskipun kapasitas produksinya belum besar. ‘’Telah melalui uji percontohan bersama badan riset inovasi nasional (BRIN), DKPP, dan petani di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas,’’ terangnya.
Teknologi TSS sangat menguntungkan petani, Mohamad Rifa'i, petani asal Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, yang merasakan hasil meski baru awal menggunakan.
‘’Selain bisa menekan biaya produksi dan hasilnya lebih banyak, warna juga lebih merah merona, dan umbinya bisa lebih besar dan lebih tahan dengan hama,’’ ungkapnya.
Berdasarkan hasil penanaman awal, 2 ons biji bawang merah bisa menghasilkan 4-5 kuintal. Selanjutnya, akan tetap menanam lagi menggunakan benih biji TSS. ‘’Berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih melimpah dengan kualitas terbaik serta harga yang bagus,’’ pungkasnya. (*/dan)
Editor : Hakam Alghivari