Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani di Kecamatan Margomulyo Panen Jagung, Ternyata Harga Turun

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 21 Juni 2023 | 17:37 WIB
PANEN KEDUA: Petani di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, mengupas kulit jagung. Harga jagung panen kedua ini tren turun. (EKA FITRIA MELLINIA/RDR.BJN)
PANEN KEDUA: Petani di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, mengupas kulit jagung. Harga jagung panen kedua ini tren turun. (EKA FITRIA MELLINIA/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Petani-petani jagung di Kecamatan Margomulyo mulai panen kedua. Hanya, harga jagung tren turun. Mencapai Rp 4.800 per kilogram, padahal sebelumnya mencapai Rp 5.200.

Jumlah panen pun merosot karena berkurangnya jumlah bibit dan pupuk bersubsidi. Hasil panen dibeli tengkulak dari Jawa Tengah.  Harga jagung panen kedua ini menurun dibanding sebelumnya,” tutur Sardi petani jagung warga Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Senin (19/6).

Rerata petani wilayah barat Bojonegoro menanam jagung dan panen dua kali setahun. Panen pertama sekitar Februari, sedangkan kedua awal Mei hingga Juni. Seperti dialami petani jagung warga Desa Ngelo dan Desa Kalangan.

Photo
Photo
PANEN KEDUA: Petani di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, mengupas kulit jagung. Harga jagung panen kedua ini tren turun. (EKA FITRIA MELLINIA/RDR.BJN)

Kami panen dua kali setahun. Bertepatan kondisi wilayah, jagung yang memungkinkan kami tanam dan panen lebih dari satu kali. Padi hanya panen satu kali (setahun),” jelasnya.

Sardi mengatakan, masa tanam kedua pembibitan berkurang dan harga jagung menurun. Pembibitan musim tanam pertama sekitar 8 kilogram, sedangkan musim kedua hanya 7 kilogram.

Luas lahan tanam jagung sekitar setengah hektare. Panen pertama dapat dua ton satu kuintal, sekarang di bawah itu,” bebernya.

Menurut Sardi, menurunnya hasil panen juga karena berkurangnya pupuk bersubsidi. Kalau membeli pupuk nonsubsidi keberatan, kami kurang mampu,” ujarnya. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Harga Jagung Turun #Petani #Panen Kedua #bojonegoro