Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Jumarianto berharap tender ulang proyek pembangunan Jembatan Klepek-Sukosewu bisa lancar. Mengingat, rencana pembangunan jembatan sudah lama. Juga demi menunjang akses transportasi warga Desa Klepek maupun Desa Sukosewu.
Karena satu-satunya akses warga dua desa tersebut hanya jembatan dam klepek yang mana itu peninggalan sejak zaman Belanda,” kata politikus Partai Hanura itu Rabu (14/6).
Sekretaris Komisi D DPRD Muchamad Ludfi mengatakan, adanya jembatan itu tentunya bakal memperlancar akses transportasi. Karena rencana pembangunan Jembatan Klepek itu seingat saya sudah sekitar lima tahun lalu,” jelasnya.
Perlu diketahui, tahapan tender ulang proyek Jembatan Klepek masih proses evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga serta pembuktian kualifikasi. Saat ini, ada 8 dari 70 peserta lelang memasukkan penawaran harga di LPSE. Pengumuman pemenang lelang hingga penandatanganan kontrak akhir Juni.
Sebelumnya, di LPSE juga lelang studi kelayakan Jembatan Klepek Rp 150 juta pada 2017. Juga, lelang perencanaan pembangunan Rp 100 juta sekaligus penyusunan dokumen lingkungan Rp 95 juta pada 2022. Lelang pengawasan pembangunan Jembatan Klepek Rp 252,7 juta telah rampung Mei lalu. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto