Namun, banyak calon pendaftar memilih datang ke sekolah dituju. Baik sekadar bertanya prosedur pengambilan PIN. Terlebih masih banyak calon pendaftar belum memahami cara pengambilan PIN. ‘’Mereka datang karena bingung belum mencoba. Tapi, setelah mencoba ternyata bisa sendiri,” kata Kepala SMAN 2 Bojonegoro Rokhani Cahyaning.
Ketua PPDB SMKN 2 Bojonegoro Siti Aminah mengatakan, hari pertama pengambilan PIN, banyak calon pendaftar datang meski sebenarnya bisa secara mandiri di rumah. ‘’Terkendala perangkat untuk mengunggah persyaratan pengambilan PIN,” jelasnya.
Menurut Aminah, pengambilan PIN dengan mengisi nomor pokok sekolah nasional (NPSN) sekolah asal, NISN, dan tanggal lahir. Juga mengunggah kartu keluarga (KK) atau surat keterangan domisili (SKD) dan surat keterangan lulus (SKL)/ijazah dikeluarkan sekolah asal. Bahkan, menentukan titik koordinat rumah.
Aminah mengatakan, berapa pun pendaftar ingin mengambil PIN tetap dilayani. Bahkan, diperkirakan akan melebihi pagu dari SMKN 2 Bojonegoro. ‘’Hanya mengambil PIN, belum tahu mendaftar di mana,” terangnya.
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Agung Prijono mengatakan, SMAN dan SMKN sudah menyiapkan tempat dan tim membantu pendaftar mengambil PIN.
Tahapan pengambilan PIN penting. Terlebih mendaftar wajib memiliki PIN. Juga pada latihan pendaftaran pada 16-17 Juni mendatang dibutuhkan. Serta, pendaftaran jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan jalur prestasi hasil lomba sudah dibuka 19 Juni.
‘’Segera untuk mengambil PIN, karena tahapan pendaftaran segera berlangsung minggu depan,” ujarnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto