Sejak Senin (22/5) di Bojonegoro dilaporkan tiga kasus laporan orang hilang. Tiga korban hilang tersebut semuanya perempuan, terjadi di Kecamatan Balen, Padangan, hingga Tambakrejo.
Korban diduga hilang karena pergi tanpa meninggalkan kabar. Tidak pulang berhari-hari. Nomor handphone juga sulit dihubungi. Pihak keluarga pun hingga mendatangi ke kepolisian dengan laporan orang hilang.
Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, seorang perempuan di Kecamatan Balen berprofesi sebagai kepala sekolah dasar (SD) dilaporkan hilang pada Rabu (24/5).
Kapolsek Balen AKP Simoen mengatakan, suami korban sempat melapor di SPKT Polsek Balen. Namun, karena suami korban tidak membawa identitas dan surat keterangan dari desa sehingga pulang ke rumah. ‘’Sementara masih koordinasi dengan keluarga dan teman-teman korban,” jelasnya Jumat (26/5).
Eko Purwanto salah satu tetangga mengatakan, korban sudah bersuami dan meninggalkan rumah sebelum puasa hingga kemarin. Pelapor dan adik kandung sudah menghubungi korban, namun tidak ada jawaban. ‘’Bahkan pihak orang tua korban juga tidak mengetahuinya,” bebernya.
Laporan orang hilang juga terjadi di Kecamatan Padangan dan Tambakrejo. Kedua kasus kehilangan sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke polsek setempat pada Senin (22/5).
Juremi keluarga korban di Kecamatan Padangan mengatakan, bahwa korban seorang istri meninggalkan rumah sejak 15 Mei. Izin keluarga untuk membeli kelapa di Pasar Ngraho. Namun, sejak itu tanpa ada kabar.
Sementara itu, kasus orang hilang di Kecamatan Tambakrejo diketahui terjadi pada korban berinisial PK. Perempuan 17 tahun dilaporkan hilang oleh ayahnya yaitu Kamin. Berdasar laporan, diketahui PK meninggalkan rumah sejak 17 Mei, mengendarai motor Vario nopol S 3351 DU. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto