‘’Kami berharap segera mendapat informasi lahan pembangunan flyover,” tutur Ketua Rukun Tetangga (RT) 06 Kelurahan Jetak Darsono.
Menurut Darsono, saat rapat koordinasi dengan camat, lurah, hingga polsek, wilayah terdampak rencana proyek flyover meliputi RT 6, 7, dan 10 Kelurahan Jetak. ‘’Lokasinya masing simpang siur. Dulu infonya di belakang Masjid Al Ikhlas, sekarang berada di RT 10. Tapi, ada survei lagi infonya tidak jadi. Belum positif,” ujarnya.
Belum ada sosialisasi lanjutan mengenai pembangunan flyover hingga lahan terdampak milik warga.
Ketua RT 7 Kelurahan Jetak Teguh mengatakan, informasi pembangunan flyover sejak 2021 dan dimulai tahun ini. ‘’Tapi, sampai sekarang memang belum ada info lebih lanjut di mana lokasinya,” ujarnya.
Lokasi pertama direncanakan barat Jembatan Jetak dan melintas antara RT 10 dan 6. ‘’Sekitar empat bulan lalu dapat informasi berbeda. Katanya akan dibangun lebih ke barat sekitar perbatasan Desa Ngulanan,” jelasnya dan memastikan
telah dilakukan sampel pengambilan tanah untuk dicek.
Berdasar Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) terdapat jasa konsultasi badan usaha nonkonstruksi terkait penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) flyover Jetak. Anggarannya Rp 99,7 juta dengan penunjukan langsung. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto