Warga menginginkan segera ditangani, karena longsor membahayakan sedikitnya 15 rumah di Jetak dan lima rumah di Ledok Kulon. ‘’Kami menunggu tindak lanjut dari hasil hearing (penanganan usai Lebaran, Red),” kata Djamari salah satu warga Kelurahan Jetak kemarin (10/5).
Djamari mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk berkirim surat ke DPRD dan pemerintah kabupaten (pemkab). Karena berdasar keterangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, sudah menyiapkan sebanyak 125 steel sheet pile (SSP) penahan longsor. ‘’Untuk keperluan lain, minta dibantu oleh OPD terkait,” ungkapnya.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengusulkan untuk kembali berkirim surat terkait laporan kejadian longsor agar segera ditangani. ‘’Kemarin (9/5) sudah saya suruh mengajukan kembali,” ujarnya.
Sementara itu, longsor kian parah terjadi di Kelurahan Ledok Kulon. Menyentuh lima rumah warga berhimpitan dengan tebing Bengawan Solo. Hingga kemarin masih menunggu penanganan.
Lurah Ledok Kulon Siti Zumrotin Najiyati mengatakan, awal April sudah dilakukan survei dari BBWS Bengawan Solo, rencana akan dipasang tiang besi atau baja untuk menahan longsor. ‘’Namun realisasi masih menunggu dari pihak BBWS. Rencana Jumat (12/5) depan akan ke kantor BBWS,” ujarnya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto