Kepala Dusun Kesongo Mada Sasmito mengatakan, sudah mendatangi rumah Farhan dan terdapat petugas dinas kesehatan (dinkes) datang. Menurutnya, peran orang tua berpengaruh terhadap perilaku menghirup pertalite selama ini.
‘’Sudah diberi pengarahan hingga pengobatan, namun masih menunggu keputusan orang tua,” ujarnya kemarin (9/5).
Berdasar keterangan ibu Farhan Abimanu yaitu Tarning, sudah dilakukan berbagai cara agar putranya berhenti melakukan kebiasaan menghirup pertalite. Namun, Abimanu selalu berontak. Bahkan hingga pergi meninggalkan rumah.
Diketahui, Abimanu terpaksa putus sekolah dan hanya lulus sekolah menengah pertama (SMP). Alasannya karena tidak ada biaya melanjutkan sekolah.
Humas Puskesmas Kesongo Supriyo mengatakan, perilaku Farhan sebenarnya sudah lama menjadi perhatian terutama warga setempat. Hingga sekarang pihaknya terus pemantauan terhadap perkembangan anak tersebut. ‘’Pendampingan dan kunjungan ke rumah oleh puskesmas rutin,” ungkapnya.
Supriyo menambahkan banyak pihak sudah terlibat perkembangan Farhan Abimano, mulai Polsek Kedungadem, puskesmas hingga dinas kesehatan (dinkes). Namun, untuk menghentikan kebiasaan tersebut perlu keterlibatan ulama dan tokoh masyarakat. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto