Hari ini (21/4) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar Salat Idul Fitri merayakan Lebaran. Sedangkan, pemerintah melalui rukhyatulhilal dan sidang isbat menetapkan Lebaran besok (22/4).
Perbedaan tersebut sudah biasa terjadi, bahkan hampir terjadi setiap tahun penetapan 1 Ramadan maupun 1 Syawal. Tentu adanya toleransi dan saling menghormati ini mampu membuat kehidupan masyarakat damai. Juga bisa melaksanaan perayaan Lebaran dengan penuh kebahagian.
Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, perbedaan penetapan 1 Syawal bukan kali pertama ini terjadi. Sehingga sudah terbiasa dan bukan sesuatu yang asing. ‘’Hampir setiap tahun terjadi perbedaan dalam 1 Ramadan maupun 1 Syawal,” ujarnya.
Menurut Wahid, perbedaan Lebaran sudah masuk dalam ranah moderasi beragama. Sehingga perlu menjaga toleransi beragama yang kuat. Saling menghormati.
Wahid mengatakan, perintah dari menteri agama bagi Kemenag maupun pemkab agar memberikan ruang gerak dan fasilitas untuk Muhammadiyah berlebaran hari ini. Tentu tidak mempersulit kegiatan ritual keagamaan. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto