BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Air disertai lumpur keluar dari dalam tanah di Desa Jari, Kecamatan Gondang, telah dilakukan pengecekan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Selasa (11/4). Diketahui kandungan air dalam batas aman, meski lumpur diambil sampel untuk proses penelitian. DLH memastikan semburan tersebut tidak berbahaya.
Kepala DLH Dandy Suprayitno mengatakan, kandungan PH dalam air dari semburan tersebut dalam batas aman. Setelah petugas laboratorium DLH mengambil sampel guna diteliti. Hasil uji PH air didapatkan nilai 6,17 sampai 6,18. Hasil tersebut dikategorikan normal, karena PH air netral adalah 7.
‘’Namun lumpur akan diujikan ke laboratorium, untuk hasil uji masih perlu waktu,” jelasnya kemarin (12/4).
Berdasar pengawasan petugas uji lab DLH, dipastikan bahwa gelembung air keluar kali pertama 2016 lalu. Dan akan muncul ketika musim penghujan saja. Kadar PH air didapat sebesar 6,18 masih sesuai mutu air. Sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 lampiran VI tentang baku mutu air nasional. Sementara, sampel lumpur dikirim ke lab yang telah terakkreditasi guna mengetahui kandungan lebih lanjut.
Kepala Dusun Kramat Desa Jari Pailan mengatakan, semburan masih sama lokasinya saat kali pertama muncul 2016 lalu. Semburan tidak memengaruhi kondisi lahan pertanian warga sekitar, meski di area kubangan lumpur tersebut kering.
Administratur Perhutani KPH Bojonegoro Irawan Darwanto mengatakan, semburan lumpur mengandung gas itu masuk dalam BKPH Gondang. Telah berkoordinasi dengan Pertamina melakukan pemeriksaan di lokasi. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto