Kinerja dalam waktu dekta serta akan melanjutkan pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas. Yakni, menyelesaikan pembangunan kantor. Sehingga, pelayanan bisa sempurna.
Wahid mengatakan, akan fokus percepatan sertifikasi halal. Produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah memiliki sertifikat halal bisa menarik investor dan wisatawan. Sehingga berdampak pertumbuhan ekonomi Bojonegoro. Terlebih menjadi program menteri agama dengan 10 juta sertifkasi halal.
Sehingga masyarakat, khususnya investor dan wisatawan tidak ragu lagi datang ke Bojonegoro. ‘’Tidak ragu dengan kehalalan makanan dan minuman di Bojonegoro,” katanya usai serah terima jabatan (sertijab) di Aula Kantor Kemenag Bojonegoro kemarin. Wahid kini bertugas di Bojonegoro bertukar jabatan dengan Munir yang kini menjabat Kepala Kemenag Kota Madiun.
Wahid berharap Bojonegoro menjadi kabupaten yang aman karena semua produk sudah berlabel halal. Sehingga bisa memacu, memberikan kontribusi, dan mendongkrak percepatan pertumbuhan ekonomi.
Saat ini sekitar 300 produk sudah memiliki sertifikasi halal. Sehingga perlu dipacu lagi bekerja sama dengan UMKM dan dinas-dinas terkait. ‘’Agar produk-produk bisa berlabel halal,” terangnya.
Selain produk UMKM, rumah pemotongan hewan (RPH) juga didorong sertifikasi halal. Sehingga memiliki produk halal dengan cara penyembelihan secara syariah. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto