Udin salah satu kusir mengatakan, tidak semua delman menarik penumpang saat kondisi hujan. Ketika hujan pendapatannya bisa berkurang drastis karena penumpang minim. ‘’Kalau hujan jarang yang berangkat, karena sebagian besar dari daerah Kanor, Dander, dan Kalitidu,” ungkapnya.
Lelaki asal Desa Ngumpakdalem tersebut menambahkan, tarif delman yaitu Rp 35 ribu untuk satu kali putaran sepanjang Jalan MH Thamrin. Sementara, untuk keliling Jalan MH Thamrin sekaligus Alun-alun Bojonegoro tarifnya Rp 50 ribu. ‘’Semua harganya disamakan antar masing-masing delman,” bebernya.
Samidi kusir delman lain mengatakan, kondisi cuaca cerah dirinya bisa mengantongi pendapatan hingga tiga ratus ribu. Saat hujan hanya ada satu atau dua penumpang saja. Selain itu, hanya beberapa pemilik delman memodifikasi angkutan tradisional tersebut kondisi hujan dengan memberi pelindung mantel.
Lelaki asal Desa Dander tersebut menambahkan, rerata kusir berasal dari luar Kecamatan Kota, karena hampir semua delman bekas angkutan pasar tradisional. Namun sejak masyarakat lebih menggunakan transportasi pribadi, para kusir memodifikasi delman untuk angkutan wisata.
‘’Sejak pasar sepi, kami menggantungkan delman untuk wisata,” bebernya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto