Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zaenul Ma'arif menuturkan, banjir bandang terjadi di Desa Petak, dan Desa Kacangan, Kecamatan Malo pada Sabtu malam (1/4), selain menggenangi rumah dan 1 kilometer jalan poros desa, juga mengakibatkan ambrolnya jembatan sepanjang 14 meter yang menghubungkan Dusun Pundong Giran, dan Pundong Geneng Desa Kacangan. ‘’Dari limpasan dari hutan dan sungai Tambakmerak,” ungkapnya.
Arif menambahkan meluapnya sungai berawal dari hujan intensitas tinggi mulai pukul 16.00 sampai 21.00. Banjir bandang dari hutan Tambakmerak menggenangi pekarangan rumah warga setinggi 60 cm, dan sebagian menggenangi rumah warga dengan ketinggian 10 sampai 30 cm. Selain itu, seluas 30 hektare sawah milik 38 warga juga sempat tergenang.
Kiswandi, salah satu warga Desa Petak, Kecamatan Malo mengatakan, banjir menggenangi sebagian Desa Petak yaitu di Dusun Jajar. Namun, sebagian berada di dataran tinggi aman.
Sementara, Sekretaris Desa Petak Ragil Kasangke mangatakan, banjir memang sempat menggenangi rumah warga. ‘’Sudah surut karena banjir bandang tersebut hanya terjadi dua jam,” bebernya kemarin.
Sementara itu, hingga kemarin pukul 19.00 hujan deras masih terjadi di wilayah Bojonegoro. Mengakibatkan naiknya debit Sungai Bengawan. Berdasarkan sumber data dari Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, wilayah Bojonegoro telah memasuki siaga 1 atau hijau, ketinggian 12,75 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mengalami tren naik. (dan/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto