BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Menjalani hidup dengan kesederhanaan sudah melekat pada masyarakat Dusun Bunten, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Rumah dengan papan kayu dan lantai tanah.
Warga setempat jarang keluar kampung. Jarak dengan desa lain cukup jauh dan akses yang terjal menjadi kendala utama infrastruktur. Masyarakat Bunten jarang berkegiatan di luar dusun. Mereka jarang berinteraksi dengan orang luar.
‘’Kalau bertemu dengan orang baru, masyarakat masih takut. Tapi, kalau sudah kenal akan sangat akrab,’’ tutur Karmi istri Kepala Dusun Bunten.
Dia menambahkan, kegiatan masyarakat lebih sering ada di dalam dusun sendiri. Seperti tahlilan di masjid. Jarak dengan desa lain cukup jauh dan akses jalan sulit membuat warga lebih sering menghabiskan waktu di dalam dusun. ‘’Anak muda biasanya pergi main ke luar,’’ jelasnya.
Dusun Bunten di pedalaman dengan bukit-bukit tersebut berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, Jombang, dan Nganjuk. Dusun Bunten Terdapat 96 kepala keluarga (KK) dengan total 267 jiwa. Terbagi atas dua rukun tetangga (RT). Jarak dengan kota sekitar 70 kilometer.
Listrik baru masuk ke Dusun Bunten pada November 2020. Sebelumnya warga Dusun Bunten menggunakan panel surya sebagai penerangan rumah. Saat ini, panel surya hanya dimanfaatkan ketika terjadi pemadaman di Dusun Bunten. Meski sudah teraliri listrik, Dusun Bunten masih gelap ketika malam. Tidak adanya lampu penerangan jalan umum atau PJU. (ewi/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto