Olyvia warga Desa Sedeng, Kecamatan Kanor mengatakan, saat ini harga beras medium mencapai Rp 11.000 per kilogram. ‘’Padahal dulu saya beli Rp 8.000 sampai Rp 9.000,” ujarnya.
Anto penjual beras Pasar Banjarejo mengatakan, harga jual beras naik hingga Rp 10.500. Dulu masih bisa jual Rp 9.000. Saat ini, pihaknya tidak bisa karena dari selep harganya sudah di atas Rp 10.000 per kilogram. Naiknya harga beras, dipicu kebutuhan meningkat, tapi ketersediaan stok berkurang. ‘’Belum memasuki panen raya. Jadi, sesuai hukum ekonomi,” ujarnya.
Berdasar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras, wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan sebesar Rp 9.450 per kilogram untuk medium dan Rp Rp 12.800 untuk premium.
Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Sugeng Hardono mengatakan, berupaya menekan kenaikan harga beras. Baik melalui pasar murah dan rencanakan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan OPD terkait.
Sugeng mengatakan, kenaikan harga besar dipicu tidak meratanya basis pertanian dan pasokan komoditas dari produsen. ‘’Prediksi turun harga mulai April,” prediksinya setelah panen raya mulai Februari hingga Maret-April. Puncak penuruan diprediksi Bulog pada Juni-Juli. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto