Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bojonegoro Yayan Rohman mengatakan, blangko kosong sekitar tiga bulan lebih, terjadi di berbagai daerah. ‘’Alhamdulillah, Selasa (3/1) sudah tersedia. Ini informasi dari bidang dukcapil Jawa Timur. Jadi, blangko akan diambil oleh staf ke Jakarta,” bebernya.
Saat terjadi kekosongan blangko e-KTP, masyarakat hanya menerima surat keterangan sementara. Kemungkinan salah satu penyebabnya rencana pengalihan ke digital via handphone.
Adapun blangko yang diambil sekitar 5.000 sampai 10.000. Saat ini, yang membutuhkan blangko sekitar 3.630 pengajuan e-KTP. Blangko e-KTP diambil setiap bulan. Meski terdapat bulan tidak sampai habis, namun tetap diambil. Juga untuk mengetahui sebaran blangko terpakai.
Terpisah, pelayanan e-KTP saat ini dilakukan di kecamatan. Rencana 2023 akan dilakukan di desa-desa mandiri yang memiliki jaringan internet. Namun, pelaksanaan belum dapat dipastikan. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto