“Besaran APBD Bojonegoro terbilang besar. Sehingga harapannya bisa dioptimalisasi penyerapannya,” kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.
Karena itu, perencanaan program harus matang. Sehingga awal tahun depan sudah bisa langsung diakselerasi penyerapan.
“Dengan harapan multiplier effect-nya bisa segera dinikmati masyarakat. Perekononian bertumbuh, pengangguran berkurang,” ujarnya. Sebab apabila berkaca tahun ini, penyerapan APBD saat ini masih kurang dari 70 persen.
“Padahal sekarang hanya tersisa 10 hari, seharusnya perencanaannya harus lebih baik lagi. Hal ini pun sudah dikeluhkan oleh Presiden Jokowi, bahwa banyak uang APBD ngendon di bank,” ungkapnya.
Perihal banyaknya proyek infrastruktur tentu perlu merekrut tenaga kasar dari warga Bojonegoro. “Selain infrastruktur, tentunya beriringan peningkatan SDM. Ada pendampingan serta pengembangan UMKM secara optimal berupa suplai maupun support, “ jelasnya. Perlu memetakan produk unggulan masing-masing kecamatan.
Lasuri menilai optimalisasi pasar kota maupun desa agar ramai pembeli perlu dirancang secara matang. “Menurut saya tidak harus bangun pasar baru. Tapi pasar-pasar yang sudah ada itu dioptimalkan,” bebernya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto