Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

39 Proyek Pelindung Tebing Telan Rp 38,5 Miliar

M. Yusuf Purwanto • Senin, 19 Desember 2022 | 16:37 WIB
LONGSOR: Tebing sungai di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro ini rawan ambrol, tahun ini sebanyak 39 titik dibangun dengan anggaran Rp 38,5 miliar. (Bhagas Dani Purwoko/RDR.BJN)
LONGSOR: Tebing sungai di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro ini rawan ambrol, tahun ini sebanyak 39 titik dibangun dengan anggaran Rp 38,5 miliar. (Bhagas Dani Purwoko/RDR.BJN)
https://www.youtube.com/watch?v=tCaq4_CFO1U

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 39 titik proyek pelindung tebing sungai tersebar di kecamatan-kecamatan yang dilintasi sungai menelan anggaran Rp 38,5 miliar. Salah satu titik proyek pelindung tebing yang sudah rampung di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

 

Sarpingah, 54, warga Desa Kalirejo mengatakan, proyek pelindung tebing tepat di samping rumahnya itu baru selesai sekitar seminggu lalu. “Perkiraan dikerjakannya selama dua bulan,” ujar Sarpingah.

 

Harapannya pelindung tebing tersebut bisa mengurangi tanah longsor. Sebab sebelumnya jarak rumah dan tebing sungai sekitar satu meter. Jadi apabila terus terjadi longsor, rumahnya bisa ikut ambruk.

 

“Selain longsor, ketika air sungai naik juga mengakibatkan banjir. Semoga pelindung tebingnya kuat,” tuturnya.

 

Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro David Yudha Prasetya menyampaikan, rerata progres pengerjaan proyek pelindung tebing mulai 60 persen hingga 100 persen. “Ada yang sudah selesai. Tapi juga ada yang baru 60 persen. Karena ada beberapa titik air sungainya mengalami elevasi,” katanya.

 

Perlu diketahui, total pagu Rp 38,5 miliar itu terdiri atas 14 paket dilelang dengan pagu Rp 33,5 miliar dan 25 paket pengadaan langsung dengan pagu masing-masing mulai Rp 175 juta hingga 200 juta, total pagunya sekitar Rp 5 miliar.

 

Disinggung perihal kondisi musim hujan, David menilai tidak jadi halangan. “Selama hanya hujan biasa, kami rasa tidak ada masalah. Asalkan tidak banjir atau elevasi air tidak tinggi. Karena kami pakai material bronjong fabrikasi dan batu, jadi tidak bergantung pada cuaca. Kalau pakai beton itu tunggu umur, jadi riskan,” imbuhnya.

 

Adapun pemetaan lokasi proyek pelindung tebing terkhusus untuk lokasi rawan longsor atau banjir bandang. Sebab pelindung tebing sungai guna menanggulangi sekaligus meminimalisasi luapan air sungai. “Jadi kami petakan titik-titik yang memang paling urgen perihal kebutuhan terhadap adanya pelindung tebing sungai guna mengantisipasi terjadinya longsor maupun banjir bandang,” tuturnya. (bgs/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Pelindung Tebing #tebing #Progres Pembangunan #bojonegoro #Proyek