Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Luapan Kali Pacal Merendam 15 Desa

M. Yusuf Purwanto • Senin, 5 Desember 2022 | 16:35 WIB
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kali Pacal langganan meluap tiap musim hujan. Ada belasan desa terdampak luapan Kali Pacal pada Kamis lalu (24/11). Air menggenangi rumah, jalan, sekolah, musala, sawah, dan sebagainya. Rerata genangan air akibat luapan Kali Pacal baru surut usai dua hari.

 

Rinciannya, Desa Ngadiluhur, Sobontoro, Kabunan, Suwaloh, Sidobandung, dan Mulyoagung turut Kecamatan Balen; Desa Sidodadi, Semawot, Kalicilik, Sukosewu, Semenkidul, Jumput, dan Duyungan turut Kecamatan Sukosewu; serta Desa Semenpinggir dan Bogo, Kecamatan Kapas.

 

Kepala Desa (Kades) Sobontoro, Kecamatan Balen Mursim menyampaikan, bahwa memang wilayahnya sudah langganan banjir luapan Kali Pacal.

 

Perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh aliran Kali Pacal. Jika terjadi pendangkalan akibat sedimentasi, maka ia berharap adanya normalisasi oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

 

“Normalisasi guna mengoptimalkan jalannya air dari Waduk Pacal melalui Kali Pacal menuju Bengawan Solo. Sehingga lebar serta kedalamannya sesuai ukuran aslinya dan mampu menampung,” tutur Mursim.

 

Disinggung dampak luapan Kali Pacal terparah, Mursim menilai terjadi sejak 2020. “Karena curah hujan sejak 2020 sampai 2022 itu memang tinggi,” bebernya. Saat kejadian, jalan poros desa turut Dusun Sobontoro Barat tergenang air setinggi 50 sentimeter sepanjang 700 meter. Juga 426 KK tergenang air.

 

“Selain itu ada dua makam tergenang dan sawah seluas 95 hektare tergenang. Serta ada satu balita usia dua tahun meninggal dunia akibat tenggelam,” imbuhnya.

 

Menurutnya, luapan Kali Pacal merupakan PR bersama. “Baik pemerintah desa, pemerintah kabupaten, serta masyarakat,” tambahnya.

 

Terpisah, Kades Sidobandung, Kecamatan Balen Sukijan mengatakan, beberapa tahun terakhir wilayahnya jarang terdampak luapan Kali Pacal. “Tapi entah kenapa tahun ini terdampak lagi,” terangnya. Menurutnya, Desa Sidobandung terdampak luapan Kali Pacal terparah pada 2007 dan 2001 silam.

 

Juga berharap adanya normalisasi Kali Pacal sekaligus dibarengi dengan bangunan tanggul di sepanjang bantaran Kali Pacal. Karena menurut sepengetahuannya, Kali Pacal belum dinormalisasi selama beberapa tahun terakhir.  “Saat meluap itu, ari menggenangi jalan poros desa, lebih dari 200 rumah warga, sawah 40 hektare,” terangnya. (bgs/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Mengalir #bojonegoro #Normalisasi #Luapan Kali Pacal #bbws #Temayang-Balen