BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Debit air Waduk Pacal mulai surut kemarin (25/11). Kamis lalu debit airnya mencapai posisi tertinggi, yakni 116 meter. Tentu, mengkhawatirkan pintu air waduk bisa jebol.
‘’Kondisi air waduk saat ini sudah turun di angka 100 meter (pyscall),’’ kata Suyadi, petugas Waduk Pacal kemarin. Namun, informasinya kemarin sore, wilayah Kecamtan Temayang kembali hujan.
Camat Temayang Kasmari menjelaskan, ketinggian air Waduk Pacal Kamis lalu sangat membahayakan. Yakni, mencapai 116 meter. Kondisi itu, air tidak bisa dialirkan karena ada proses perbaikan jembatan. ‘’Saat itu diputuskan menjebol akses sementara jembatan darurat tengah diperbaiki,’’ jelasnya.
Kasmari menjelaskan, jika akses darurat tidak dijebol, pintu air Waduk Pacal bisa jebol. Hal itu lebih berbahaya karena bisa mengaakibatkan banjir bandang dan kerusakan waduk secara permanen.
Perbaikan Jembatan Kedungjati dilakukan karena mengalami penurunan aboutmen atau fondasinya dan memicu jembatan ambles. Perbaikan sejak tiga bulan lalu. Selama perbaikan, rekanan membuat akses darurat berupa timbunan pasir dan tanah.
Wakapolres Kompol David Manurung menyampaikan, berdasar keterangan PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek, jembatan darurat tidak dipergunakan sementara waktu merupakan solusi utama untuk jalan air.
Humas PT Adhi Karya Undun Untung Santoso mengatakan, saat ini akses darurat itu tidak bisa dilintasi. Baik roda dua, empat maupun lebih. Sementara kendaraan roda dua bisa melintas di Jembatan Kedungjati tengah diperbaiki. ‘’Roda empat atau lebih belum bisa. Harus menggunakan akses jalan lain,’’ jelasnya. Pihaknya menargetkan perbaikan selesai akhir tahun ini. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto