Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati apabila turun hujan. Saat dalam perjalanan, sebaiknya berhenti dan mencari tempat berlindung. Juga hindari pohon serta bangunan tinggi.
“Waspadai juga terhadap bangunan rumah lapuk. Selalu memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD. Selalu memantau prakiraan cuaca yang disampaikan oleh BPBD dan BMKG,” katanya.
Ia menambahkan, hujan deras Jumat lalu (4/11) mengakibatkan longsor susulan terjadi di wilayah RT 6 RW 1 Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Sebelumnya sudah dilakukan pemasangan bronjong oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Dimensi longsor susulan lebar 4 meter, panjang 30 meter, dan tinggi 4 meter. Ada dua rumah terdampak milik Wardi yang berjarak 3 meter dari longsoran dan Sumarji yang berjarak 50 sentimeter dari longsoran,” ungkapnya.
Pihaknya asesmen dan koordinasi dengan BBWS supaya segera dilakukan perbaikan susulan pada bronjong. “Saat ini pemilik rumah Sumarji menempati rumah anaknya berjarak sekitar 10 meter dari longsoran dan pemilik rumah Wardi masih menempati rumahnya,” terangnya.
Sementara itu, menurut BMKG puncak musim hujan diperkirakan antara akhir Desember hingga Januari 2023. Potensi bencana hidrometeorologi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang masih mengintai. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto