Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ibnu Soeyoeti mengatakaan, pendapatan tahun ini diperkirakan jauh melebihi target. Sebab, sisa waktu tiga bulan ini dipastikan bakal membuat penambahan pendapatan yang cukup banyak. ‘’Target pasti terlampaui,’’ ungkapnya.
Menurut Ibnu, sektor pendapatan itu dibagi dalam beberapa sektor. Mulai pajak, dana tansfer, laba perusahana daerah, dan pendapatan lain-lain yang sah.
Realisasi pajak terakhir tercatat Rp 109 miliar. Tahun ini targetnya Rp 131 miliar. Kemudian, laba perusahaan daerah sudah realisasi sebesar Rp 132 miliar. Jauh melebihi target, karena hanya ditarget Rp 105 miliar. Target itu turun dari APBD induk sebesar Rp 120 miliar.
Pada P-APBD tahun ini, besaran belanja daerah sekitar Rp 7 triliun. Dari jumlah belanja itu, target pendapatan tidak bertambah. Karena berasal dari sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun lalu.
Dana bagi hasil (DBH) migas sudah tercapai Rp 1,3 triliun. Target itu melebii target yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 triliun. ‘’Bulan lalu ada transfer Rp 600 miliar,’’ jelasnya.
Transfer DBH migas tahun ini diprediksi mencapai Rp 2 triliun lebih. Diperkirakan karena ada transfer lebih salur yang dikirim tahun ini. Saat ini transfer DBH migas baru pada triwulan tiga.’’Masih ada triwulan empat yang belum ditransfer,’’ ungkapnya.
Anggota Badan Anggaran Ahmad Supriyanto mengatakan, sektor pendapatan tahun ini diperkirakan jauh melebihi target. Namun, pendapatan yang banyak itu harus diimbangi dengan serapan maksimal. ‘’Serapan jangan sampai lambat,’’sarannya.
Pri menilai di penghujung tahun ini serapan anggaran masih belum maksimal. Bahkan, belum mencapai 60 persen. Kondisi itu dikhawatirkan bisa menimbulkan silpa yang lebih besar dibanding tahun lalu. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto