Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga tanggal 15 Oktober.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto mengungkapkan, menurut prakiraan BMKG mulai kemarin (9/10) hingga Sabtu (15/10) potensi cuaca ekstrem masih mengintai. Jadi, masyarakat diminta waspada ketika beraktivitas di luar rumah.
“Cuaca ekstrem ini berupa hujan intensitas sedang disertai angin kencang dan petir. Sehingga berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, puting beliung, dan tanah longsor,” jelas Ardhian.
Bagi petani diharapkan tidak ke sawah ketika hujan, karena berpotensi tersambar petir. Lalu bagi pengendara sepeda motor dan mobil ketika hujan disertai angin kencang sebaiknya menepi dahulu menunggu hujan reda, sebab berpotensi pohon tumbang.
“Sore tadi (kemarin, Red) tim BPBD usai menangani dahan pohon patah di Jalan Bojonegoro-Babat turut Desa Margomulyo Kecamatan Balen. Karena itu kami imbau lebih berhati-hati saat berkendara saat hujan,” bebernya.
Selain itu, Ardhian juga mengimbau pemerintah desa wilayah selatan Bojonegoro, karena rawan terjadi bencana hidrometeorologi. “Pemerintah desa harus lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antarpihak terkait kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi,” ucapnya.
Perlu diketahui, berdasar kajian risiko bencana (KRB) BPBD Bojonegoro diketahui ada 16 kecamatan rawan banjir bandang di antaranya Kecamatan Baureno, Bubulan, Gondang, Kedungadem, Kepohbaru, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Temayang.
Sedangkan 18 kecamatan rawan tanah longsor terdiri atas Kecamatan Baureno, Bubulan, Dander, Gondang, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, Temayang dan Trucuk. (bgs/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto