Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, sebenarnya tidak merencanakan pawai budaya. Sebab, tahun lalu saat perencanaan anggaran, situasi masih pandemi. Sehingga, acara-acara seremonial tidak dialokasikan anggaran.
Namun, beberapa bulan ini kegiatan masal mulai diperbolehkan. Tentu, pihaknya mulai merencanakan kegiatan. ‘’Termasuk pawai budaya digelar 28 dan 29 Agustus nanti,’’ jelasnya.
Tidak adanya anggaran pawai budaya, menurut Budiyanto, pihaknya harus menggeser sejumlah kegiatan. Pawai budaya bulan ini mengusung pesona budaya lokal Bojonegoro. Peserta bebas asal menampilkan budaya lokal Bojonegoro. ‘’Nanti akan akan diikuti sekolah sampai umum,’’ jelasnya.
Masyarakat cukup menanti pawai budaya atau karnaval biasa menyebutnya. Sebab, sejak 2019 atau tiga tahun pawai budaya ditiadakan. Tahun ini pawai budaya seiring momentum Kemerdekaan Republik Indonesia. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto