Akibatnya, aksi MFW dibubarkan kepolisian. Selain mengganggu arus lalu lintas, aksi MFW membahayakan. Sebab, di zebra cross tidak ada traffic light. Juga MFW tidak izin ke pihak-pihak terkait. Adapun MFW hanya sebuah gerakan anak-anak muda bergelut di bidang modelling.
Salah satu penggerak MFW Ipang mengatakan, bahwa dia bersama teman-temannya juga tidak menyangka akan mendatangkan banyak orang untuk melihat. Padahal, hanya persiapan sederhana dan kebutuhan bikin konten media sosial.
“Minggu lalu itu yang turun hanya sekitar enam orang. Banyak yang enggak datang,” kata Ipang.
Disinggung akankah mencari lokasi lain menggelar fashion week lagi, Ipang mengaku masih belum ada niat bikin lagi. Karena saat ini masih sibuk kegiatan membuat kostum, make-up, dan dance momen Agustusan. “Jadi belum memikirkan fashion week lagi,” ucapnya.
Salah satu alternatif ditawarkan satlantas polres sebaiknya fashion week digelar setiap Minggu pagi saat car free day (CFD) di Alun-Alun Bojonegoro. Tapi Ipang sejak awal ingin menggelar fashion week sederhana itu saat malam. “Opsinya kalau tidak di Jalan Mastrip, ya di pojok DPRD,” jelasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto