‘’Semalam (kemarin) pulang berkendara motor dari kota menuju Padangan, suhunya dingin banget,’’ kata Arifyanto salah satu warga Kecamatan Padangan, Bojonegoro kemarin.
Menurut dia, usai berkendara motor sekitar pukul 01.00 kemarin, seketika mengecek aplikasi cuaca, ternyata suhunya mencapai 22 derajat Celsius.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Zaenul Ma’arif mengatakan, bahwa perubahan suhu dingin ketika malam sudah terjadi sekitar seminggu ini. Pihaknya tidak memiliki wewenang memberikan keterangan secara detail perihal fenomena tersebut.
“Rujukan kami tentu BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika),” imbuh Zaenul.
Berdasar prediksi BMKG, akhir-akhirnya suhu cuaca paling rendah 19 derajat Celsius saat malam hingga jelang pagi. Terkadang saat pagi berembun. Lalu suhu paling tinggi 34 derajat Celsius saat siang. Saat ini cuaca cerah pada malam dan dini hari.
“Saat langit cerah tanpa ada awan, akibatnya panas dikeluarkan bumi akan terlepas secara besar-besaran menuju ke angkasa. Sehingga menyebabkan suhu di permukaan menjadi dingin,” bebernya.
Disinggung perihal lamanya fenomena dingin, pihaknya masih menunggu keterangan dari BMKG. “Biasanya akhir bulan ada laporan BMKG, nanti kami akan sampaikan berdasar laporan tersebut,” ujarnya. Adapun puncak musim kemarau diperkirakan Oktober mendatang.
Zaenul belum bisa mengungkapkan musim kemarau tahun ini lebih panjang atau lebih pendek. “Kami belum berani jawab, ini erat kaitannya musim tanam atau panen. Tunggu perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG saja,” pungkasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto