Kedua SDN sudah melakukan berbagai upaya menarik minat siswa. Namun belum mendapat hasil maksimal. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro diminta membuat kebijakan agar dua SDN bisa berkembang.
Adib siswa baru SDN Klangon 1 mengatakan, senang menjadi siswa baru, terlebih bertemu teman dan belajar hal-hal baru. “Semangat belajar perkalian dan bahasa inggris,” katanya ditemui kemarin pagi.
Kepala SDN Klangon 1 Siti Maisaroh mengatakan, tahun ajaran kali ini hanya mendapatkan tiga siswa baru. Padahal, berbagai upaya mendapat banyak siswa, salah satunya berkunjung ke TK. “Awalnya ada tujuh siswa baru sudah dikonfirmasi, tiba-tiba beberapa siswa memilih mendaftar di SDN lain,” ujarnya.
Sedikitnya jumlah siswa baru, menurut Maisaroh, karena minimnya anak usia sekolah di sekitar. Juga jarak antar SDN berdekatan. Pihaknya optimistis jumlah siswa akan bertambah, biasanya ada siswa pindahan mendaftar.
Sementara itu, Kepala SDN Banjarejo 3 Siti Sujamiah mengatakan, siswa baru di sekolahnya ada dua anak. Penyebabnya lokasi sekolah tidak berada di daerah permukiman. Serta ada tiga SDN di Kelurahan Banjarejo.
Sujamiah berupaya mencari siswa baru. Mulai peningkatan sarana dan prasarana, dan menggelar open school. Namun, upaya meningkatkan minat masyarakat bersekolah di SDN Banjarejo terkendala minimnya anggaran.
Pihaknya meminta kebijakan disdik untuk pemerataan siswa di SD. Sehingga semua sekolah bisa mendapat siswa sesuai kapasitas ruangan maupun guru. Minimnya siswa baru, menurut Sujamiah, MPLS diikuti kelas 1, 2, dan 3. Sehingga berlangsung meriah dan nyaman. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto