Begitu pun ketika pagi. Sinar matahari terbit dengan memesona. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, beberapa hari ini hingga pukul 06.25 sinar matahari kuning kemerahan masih begitu ranum. Padahal, biasanya waktu tersebur pancaran sang surya itu sudah meredup.
Cuaca pun sedang tidak menentu. Meski sudah hampir memasuki semester kedua, hujan masih kerap turun. Suhu udara di Bojonegoro cenderung normal. ‘’Pemeriksaan terakhir suhu udara tertinggi hanya 33 derajat Celsius,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi.
Itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, suhu udara saat Juni cenderung panas. Bahkan, lebih 36 derajat Celsius.
Fenomena lain, akhir-akhir ketika pagi kerap terjadi kabut tebal. Hanafi tidak mengetahui saat ini musim apa, sesuai bulannya seharusnya kemarau. Namun, hujan masih kerap turun. Bahkan, kabut masih kerap menyelimuti saat pagi. ‘’Tapi sejauh ini suhu udara di Bojonegoro normal,’’ jelasnya.
Hanafi menjelaskan, pemeriksaan suhu udara di lakukan di sejumlah titik. Mulai perumahan, jalan, hingga taman. Semua suhu menunjukkan angka normal. Sejauh ini, DLH hanya memeriksa suhu tertinggi. Sehingga, tidak mengetahui suhu terendah. Namun, dia memastikan suhu terendah di Bojonegoro masih di atas 25 derajat Celsius. ‘’Tidak sampai menyentuh 20 derajat,’’ jelasnya. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto