Berdasar data dihimpun, penyebaran PMK sudah mencapai 866 ekor sapi. Terdapat tujuh ekor sapi mati dan empat ekor dipotong paksa setelah tertular PMK.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Girindra Wardana Akbar Ramadhani mengatakan, jumlah sapi terjangkit PMK sudah mencapai 866 ekor. Dari total populasi sapi di Bojonegoro sekitar 258.585 ekor. “Sapi potong 258.563 ekor. Sapi perah 22 ekor,” ungkapnya kemarin (21/6).
Girindra menjelaskan, sapi mati akibat PMK sekitar tujuh ekor. Terdiri dua ekor di Kecamatan Kalitidu, dan masing-masing satu di Kecamatan Margomulyo, Sukosewu, Gayam, Trucuk, hingga Dander. “Empat ekor sapi dipotong paksa, dan 518 ekor sembuh,” jelasnya.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, tujuh ekor sapi mati dan empat ekor lainnya dipotong paksa. Sebab kondisi sapi sudah lemas. “Dipotong paksa untuk menekan kerugian peternak,” ujarnya.
Sugiharti mengaku, penambahan kasus PMK setiap hari sudah menurun dibanding beberapa hari lalu. Sehingga, alasan tersebut menjadi dasar pasar hewan di Bojonegoro kembali dibuka. “Setiap harinya sapi sembuh dari PMK juga sudah banyak,” klaimnya.
Menurut Sugiharti, PMK di Bojonegoro hanya menyerang ternak sapi. Namun, belum ditemukan ternak lain, seperti kambing dan domba. Sugiharti menjelaskan, pasar hewan sudah dibuka sejak minggu lalu. Namun dengan beberapa persyaratan, seperti ternak masuk ke pasar harus ternak lokal Bojonegoro.
Serta, ternak harus sehat, tentu dengan pemeriksaan dari petugas. “Namun terkadang sapi masuk ke pasar hewan belum terlihat sakit, karena virus perlu masa inkubasi,” terangnya.
Sugiharti meminta peternak saat ini tidak membeli sapi baru. Sehingga meminimalisir penyebaran PMK. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto