‘’Biasanya wedding party garden dipilih karena mempelai ingin konsep berbeda dan berkesan,’’ kata Wilda Wahyu, salah satu owner wedding organizer.
Konsep pesta pernikahan di dalam gedung sudah jamak. Konsep ini biasanya dilakukan di ballroom hotel atau gedung tertentu untuk dijadikan tempat acara pernikahan. Konsep ini lebih muda karena cukup banyak gedung bisa digunakan.
Wedding party garden dilakukan di taman. Durasi waktunya tidak terlalu lama. Biasanya waktu dipilih sore menjelang matahari terbenam. Biasanya acara berlangsung hingga malam. ‘’Ketika akan lebih indah dengan pencahayaan lebih terang,’’ jelasnya.
Sayangnya, di Bojonegoro belum banyak taman bisa dijadikan konsep itu. Namun, ada beberapa hotel di Bojonegoro yang memiliki halaman sesuai dijadikan konsep itu.’’Kapasitasnya tidak banyak,’’ tutur ibu tiga anak itu.
Konsep garden ini juga ada kelemahannya. Terutama di cuaca tidak menentu seperti saat ini. Hal itu membuat pasangan pengantin berpikir dua kali menerapkan konsep itu. Itu membuat mereka lebih memilih konsep indoor.
Namun, konsep garden juga bisa diterapkan di dalam gedung. Gedung didesain sedemikian rupa agar menyerupai taman. Langit-langitnya dia desain dengan banyak lampu hingga mirip bintang-bintang. ‘’Kalau ini konsep seribu bintang. Jadi, di dalam gedung tapi nuansa outdoor,’’ jelas owner DazzlingPro Event & Wedding Organizer itu.
Mengenai busana, lanjut Wilda, sebagian besar para mempelai ingin konsep busana modern. Namun, tetap menggunakan adat istiadat dari kedua mempelai. Misalnya adat Jawa, Sunda, atau Dayak.
Pasar jasa wedding organizer (WO), menurut Wilda, masih masyarakat urban atau perkotaan. Kesibukan padat membuat mereka tidak memiliki waktu melakukan persiapan pernikahan sehingga menggunakan WO. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto