Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Slamet mengatakan, setiap tahun selalu ada wirausaha baru. Baik bidang kuliner, kerajinan, atau jasa. Sehingga, tahun ini masih yakin tetap ada usaha mandiri baru.
Data dinperinaker menyebutkan, lima bulan terakhir tidak ada pertambahan wirausaha baru. Tahun lalu, total 440 wirausaha baru yang beroperasi. Berdasar data itu, tahun ini potensi masih aka nada wirausaha baru.
Wirausaha baru itu sebagian besar usaha kecil menengah (UKM). Mereka membuka usaha mandiri karena tidak ingin bekerja menjadi karyawan di perusahaan. Pelaku usaha memilih menjadi enterpreneur sebagai jalan mendapatkan penghasilan.
Slamet menjelaskan, para pelaku usaha baru itu sebagian besar masyarakat sudah mendapatkan pelatihan kerja. Mereka diberikan berbagai keterampilan (skill) untuk mengolah barang. Setelah mahir mereka menjadi wirausaha mandiri. ‘’Setiap tahun kami selalu memberikan pelatihan. Tahun ini pelatihan akan dilakukan bulan depan,’’ jelasnya.
Tidak semua masyarakat sudah menerima pelatihan membuka usaha mandiri. Sebagian ada memilih untuk melamar pekerjaan.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bojonegoro Ahmad Sirojul Munir mengatakan, sejauh ini jumlah wirausaha di Bojonegoro cukup banyak. Terutama usaha kecil menengah di berbagai bidang. ‘’Anggota kami juga terdiri dari berbagai bidang usaha,’’ jelasnya.
Menurut Sirojul, pihaknya mendorong anak-anak muda berani terjun di dunia wirausaha. Semakin banyak wirausaha membuat ekonomi semakin berkembang. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto