Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Kupatan Sambut Malam Nisfu Sya’ban

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 17 Maret 2022 | 15:52 WIB
TRADISI SAMBUT RAMADAN: Penjualan janur dan ketupat setengah jadi ramai di pasaran Kota Bojonegoro (16/3) untuk tradisi ketupatan menyambut bulan suci ramadan. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)
TRADISI SAMBUT RAMADAN: Penjualan janur dan ketupat setengah jadi ramai di pasaran Kota Bojonegoro (16/3) untuk tradisi ketupatan menyambut bulan suci ramadan. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Dua minggu menjelang puasa Ramadan, atau tepatnya malam Nisfu Sya’ban identik dengan ketupat. Sehingga beberapa hari ini mulai banyak penjual janur hingga ketupat sudah jadi.

 

Tradisi ketupat malam Nisfu Sya’ban menjadi simbol ungkapan maaf masyarakat kepada Sang Pencipta maupun sesama. Sekaligus tradisi agar bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan khusyuk.

 

Suyanto budayawan Bojonegoro mengatakan, ketupat atau dalam Bahasa Jawa kupat berarti ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Sehingga ketupat menjelang bulan Ramadan merupakan simbol ungkapan maaf. Serta agar mampu menjalankan ibadah puasa maupun lainnya dengan khusyuk.

 

“Biasanya ketupat ada di dua minggu sebelum bulan puasa,” ungkapnya kemarin (16/3).

 

Yanto sapaanya menjelaskan, tradisi ketupat hanya ada di masyarakat Jawa, keturunan Jawa, maupun dearah dengan pengaruh Jawa. Sedangkan, di wilayah lain tidak semua ada. “Masyarakat Jawa suka menyibolkan sesuatu dengan bentuk,” jelasnya.

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro KH. Alamul Huda meminta masyarakat menyambut Ramadan dengan penuh gembira. Hendaknya menjauhi maksiat. ‘’Mari bulan Ramadan diisi amal-amal saleh,’’ ujarnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #bojonegoro #Nisfu Sya’ban