Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan 1 Bengawan Solo Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Rifki Maulana menjelaskan, waduk saat ini memang sudah penuh. Air yang masuk ke waduk saat ini melimpas melalui saluran spillway. Sehingga, air masih tetap bisa mengalir. Namun, mengalirnya air itu bukan karena sudah dioperasikan. Melainkan karena meluber.
‘’Untuk pengoperasional waduk masih harus melalui sertifikasi operasional,’’ ujarnya.
Menurut dia, sertifikasi operasional akan dikeluarkan oleh Komisi Keamanan Bendungan (KKB) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Sebelum mendapatkan sertifikasi itu, bendungan belum bisa dioperasionalkan.
Proses sertifikasi akan dilaksanakan melalui konsultan swasta. Pemilihan konsultan itu dilakukan melalui proses tender. Saat ini tender masih berlangsung. ‘’Perkiraan selesai tender Maret mendatang,’’ ungkapnya.
Waduk Gongseng nantinya akan mengalir ke Sungai Pacal. Aliran itu sama seperti aliran Waduk Pacal.
Pengisian Waduk Gongseng dilakukan sejak September 2021 lalu. Pada Januari lalu waduk sudah penuh. Bulan ini air sudah mulai melimpas. Hal itu mendorong BBWS harus mempercepat proses perizinan agar waduk bisa segera dioperasionalkan.
‘’Kami harap proses bisa segera selesai,’’ tuturnya.
Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Erick Firdaus mengatakan, Waduk Gongseng nantinya akan mendukung irigasi di Sungai Pacal. Sehingga, areal lahan pertanian yang bisa teraliri bisa lebih luas.
Selain itu, saat kemarau aliran airnya juga bisa lebih lama. ‘’Selama ini saat kemarau aliran airnya berkurang karena kapasitas airnya juga menyusut,’’ jelasnya. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto