Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

SMPN 4 Resmikan Musala dan Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Spesifik

M. Yusuf Purwanto • Senin, 20 Desember 2021 | 16:04 WIB
SMPN 4 Resmikan Musala dan Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Spesifik
SMPN 4 Resmikan Musala dan Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Spesifik

TUBAN, Radar Tuban - Mendasari kegiatan belajar dan beragam prestasi yang diraih para pelajar, Jumat (17/12) SMPN 4 Tuban meresmikan bangunan baru Musala Baitur Rohim. Tak tanggung-tanggung, musala yang bagus nan indah tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tuban Nur Khamid, Forkopimka Merakurak, dan kepala Desa Bogorejo, bupati membubuhkan tanda tangan pada prasasti peresmian.
Dalam sambutan peresmian, Mas Bupati, sapaan akrabnya mengatakan, Musala Baitur Rohim harus berperan dalam menumbuhkan kesadaran takwa dan akhlak yang baik bagi para pelajar SMPN 4 Tuban. Selain itu, bupati yang baru dilantik pada 20 Juni 2021 itu mengarahkan agar SMPN 4 Tuban menjadi sekolah yang spesifik. Menurutnya, itu karena lembaga pendidikan tersebut tersohor di bidang prestasi olahraga dan memiliki potensi geliat seni.
Kepala SMPN 4 Tuban Widiyatmiko menyampaikan terima kasih atas hadirnya Mas Bupati dan arahan-arahan yang diberikan. Dengan arahan tersebut dia mengatakan akan merespons sungguh-sungguh ketakwaan dan keprestasian di sekolahnya. Widiyat miko menandaskan, dua hal tersebut akan dikorelasikan melalui pembelajaran dan pembinaan yang berkualitas. ‘’Kegiatan di SMPN 4 Tuban tidak akan lepas dari entitas ketakwaan dan budi pekerti luhur,’’ tandasnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.      
Magister pendidikan ini menuturkan, tanpa pertalian antara SMPN 4 Tuban dengan Tuhan, mustahil sekolah dan siswa yang dibimbingnya menjadi anak-anak cerdas dan berprestasi. Begitu juga soal sekolah yang spesifik akan dimaksimalkan.
Widiyatmiko memaparkan, di SMPN 4 Tuban sekarang ini sudah terbentuk kelas olahraga dan kelas seni. Itu merupakan rujukan paling tepat dalam pengembangan bakat siswa.
Dia juga menuturkan, SMPN 4 Tuban kini bukan lagi sekolah pinggiran, seperti stereotip yang beredar.
 ‘’Kini, SMPN 4 Tuban adalah SMP simpang enam. Titik temu bermacam keprestasian,’’ tandas pendidik asal Kecamatan Montong itu.
Widiyatmiko menerangkan, simpang enam diambil sebagai premis atas lokasi sekolahnya yang terletak di antara enam persimpangan jalan di Mondokan. Dan, sebentar lagi simpang tersebut akan menjadi episentrum baru perkotaan Tuban. Sedangkan titik temu bermacam keprestasian adalah pernyataan bahwa SMPN 4 Tuban telah meraih berbagai prestasi dan membina potensi prestasi dengan sungguh-sungguh.
‘’Apapun bakat siswa, kami sediakan ruang untuk mengembangkan. Buktinya, kami buka kelas khusus olahraga dan seni,’’ tegasnya.
Pria peraih juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi se-Kabupaten Tuban tahun 2018 ini menge mukakan, selama ini prestasi SMPN 4 Tuban dalam bidang olahraga telah tersohor. Tentu, hal tersebut tak lepas dari peran guru yang kredibel. Salah satunya Pak Silfana. Terkait hal ini, dia memastikan akan terus mempertahankan. Sedangkan bidang kesenian akan menjadi fokus yang digarap pada semester mendatang. Salah satu seni yang digarap adalah batik tulis. ‘’Semester kemarin selesai teori dan desain. Semester mendatang praktik pembuatannya,’’ ujarnya.
Lebih lanjut Widiyatmiko menjelaskan, fokus terhadap kesenian batik tulis merupakan dukungan penuh atas visi misi Mas Bupati. Utamanya dalam melestarikan seni-budaya khas Tuban. Soal batik tulis, kata dia, para pelajar akan diarahkan untuk betul-betul menjiwai. Dengan bimbingan dua guru andal di bidang seni, yakni Pak Mamik dan Bu Mentari, para pelajar harus memahami dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kesenian batik.
‘’Intinya, batik tulis tidak sekadar tugas sekolah semata, tapi tugas menyelamatkan kebudayaan khas Tuban,’’ tegasnya.
Pendidik yang kini tinggal di salah satu perumahan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu ini menyadari, sekolah yang dipimpinnya tak mungkin cemerlang tanpa peran insan pendidik yang lain. Salah satunya pendidik berprestasi, Lilik Dyah Wulandari. Dia yang kini menjabat sebagai wakil kepala SMPN 4 Tuban ini meraih juara 1 guru berprestasi se-Kabupaten Tuban, juara 2 guru berprestasi se-Provinsi Jawa Timur, dan finalis kompetisi inovasi pembelajaran tingkat nasional 2016―2019. Lilik juga menyabet juara 1 guru kreatif se-Kabupaten Tuban. (sab)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#advertorial