BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS diumumkan November nanti. Mereka yang lolos harus mempersiapkan diri mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Rencananya, setiap formasi akan diambil tiga besar dengan nilai tertinggi.
"Namun, tidak setiap formasi akan diambil tiga tertinggi," ujar Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono.
Joko melanjutkan, idealnya memang ada tiga yang bakal lolos ke SKB. Namun, itu tergantung passing grade-nya. Jika dalam satu formasi ada yang lolos passing grade-nya hanya dua orang, tentu dua orang itu yang akan melaju ke SKB.
"Jumlah yang akan lolos SKB nanti akan ditentukan setelah rekonsilisasi oleh BKN," jelasnya.
Seleksi CPNS sudah berakhir 23 Oktober lalu. Dari 3.478 orang, 271 orang tidak mengikuti seleksi. Namun, dari jumlah itu yang akan mengikuti seleksi susulan hanya 1 orang karena Covid-19. Lainnya tidak hadir tanpa keterangan. Seleksi susulan akan digelar 31 Oktober.
Seleksi susulan akan dilakukan di Kanreg BKN Jatim. Pertimbangannya seleksi susulan di Bojonegoro sudah tidak memungkinkan. Berbagai properti untuk pelaksanaan seleksi sudah dibongkar.
Seleksi CPNS digelar di gedung olahraga (Gor) Dabonsia Dander. Tidak hanya peserta dari Bojonegoro, peserta dari Tuban dan Lamongan juga menggelar seleksi di Bojonegoro.
"Rencananya, seleksi SKB juga akan digelar di Bojonegoro. Namun, lebih lanjut BKPP masih menunggu arahan dari BKN. Kami masih menuggu kabar dari BKN," jelasnya.