Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (Stikes NU) Tuban kemarin (23/3) resmi naik level menjadi Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU). Launching perubahan status perguruan tinggi di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul (PCNU) Tuban di Pendapa Krido Manunggal Tuban tersebut berlangsung khidmat dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Peresmian tersebut sekaligus pelantikan Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M.Kes., DIE. sebagai rektor IIKNU Tuban.
Begitu istimewanya acara tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar mengikuti secara virtual.
Sedangkan di lokasi acara, hadir Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Suprapto, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo. Hadir juga sejumlah tinggi PCNU Tuban. Antara lain, KH Cholilurrahman (rais syuriah), KH Tom Badawi dan Syariful Wafa (wakil rais syuriah), dan H Fauzan Umar (mustasyar).
Sejumlah rektor/ketua perguruan tinggi di Jatim dan pimpinan organisasi profesi bidang kesehatan juga mengikuti acara tersebut secara virtual. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya yang ditayangkan di videotron memberikan apresiasi atas alih status Stikes NU menjadi IIKNU. Dia berharap perubahan status lembaga pendidikan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, namun juga meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) sekaligus derajat kesejahteraan masyarakat.
Khofifah juga mengatakan, tantangan industri yang dihadapi Bumi Wali ke depan sangat luar biasa. Kalau ini tidak diantisipasi, dikhawatirkan memicu keterkejutan masa depan dan keterkejutan budaya. Karena itulah, IIKNU sebagai lembaga pendidikan di bidang kesehatan diharapkan bisa memberikan warna. Salah satunya dengan meningkatkan program unggulan kompetitif dan komparatif.
Ketua umum PP Muslimat NU ini juga mengapresiasi format PCNU Tuban yang luar biasa dalam menyiapkan lembaga pendidikan seperti ini. ''Terima kasih telah memberikan manfaatkan terhadap sumber daya manusia tak hanya di lingkungannya, namun juga memberikan ruang bagi anak bangsa untuk bisa mendapatkan pendidikan lebih baik dan mendedikasikan layanan terbaik untuk masyarakat,'' katanya.
Di akhir sambutannya, gubernur memberikan selamat kepada rektor yang baru dilantik. Apresiasi juga disampaikan Ketua PBNU Said Aqil Siradj. Dia mengatakan, perubahan status tersebut merupakan prestasi yang luar biasa. ''Loncatan tersebut sangat mengharukan,'' katanya.
Kiai Said Aqil berharap, ke depan IIKNU mampu menghadapi tantangan di semua lini dan bidang, sesuai amanat Muktamar NU di Jombang pada 2015. Yakni, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Meski banyak tantangan, kata dia,
mudah-mudahan IIKNU diberi taufik dan hidayah menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya berkualitas nasional, namun juga internasional. ''Kesehatan adalah kebutuhan mendesak dan mendasarkan lintas suku dan budaya,'' tandasnya.
Dalam sambutan virtualnya, Ketua MUI KH Miftachul Akhyar menyatakan bangga dan senang atas perubahan status tersebut. Dia menyampaikan, di balik perubahan status tersebut ada pergerakan, perjuangan, dan upaya maksimal dalam bentuk amanah. ''Semoga ini memberikan tambahan nilai kebaikan,'' katanya.
Diwawancarai awak media, Ketua Bidang Pendidikan Kesehatan PBNU Syahrizal Syarif mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian IIKNU sekaligus pelantikan rektor. Dia mengatakan, kehadiran IIKNU tidak sekadar melanjutan kiprah PCNU, namun juga lompatan besar. Sebelumnya, pengurus cabang mendirikan apotek, Akbid NU, RSNU, Stikes NU, dan sekarang IIKNU. ''Ini penting, sesuai amanat Muktamar NU di Jombang terkait percepatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Suprapto dalam sambutannya di podium menyampaikan bangga dengan hadirnya IIKNU Tuban. Meski tak ikut melahirkan, kata dia, kehadiran institut ini bisa menjaga kesehatan Provinsi Jatim di bagian barat. ''Jangan sampai masyarakat Jatim pergi keluar untuk ambil prodi kesehatan di luar Jatim. Tutup pintu gerbang. Biarkan kalau ada mahasiswa dari Jateng masuk ke Tuban,'' seloroh dia yang kemudian menjelaskan makna menjaga.
Suprapto menyampaikan, di Jatim hanya ada tiga institut kesehatan. Sebelum berdiri di Tuban, dua institut lain lebih dulu berdiri di Kediri. Dia terang-terangan mengatakan, ada perbedaan IIKNU dengan dua institut pendahulunya. Dan, perbedaan itu bisa dilihat tahun berikutnya. ''Semoga IIKNU bisa memberikan warna tersendiri di bagian barat Provisi Jatim. Tambah maju. Selamat kepada rektor. Semoga menjadi profesor biar tambah mantap,'' katanya.
Suprapto juga mengingatkan, di masa pendemi ini proses pembelajaran harus tetap jalan. Karena pembelajaran bidang kesehatan butuh praktik, lanjut dia, maka kompetensi ini harus dijaga. Dia tidak menginginkan terjadinya pemberhentian pembelajaran karena covid. ''Jangan biarkan terjadi stanting of knowledge,'' pungkasnya.
Agenda Besar, Ukir Sejarah Baru
Rektor IIKNU Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M.Kes., DIE. mengatakan, perubahan status tersebut merupakan agenda besar dan mengukir sejarah baru. Sebagai pimpinan di perguruan tinggi tersebut, dia berharap IIKNU memberikan konstribusi besar kepada NU dan masyarakat. ''Meneruskan perjuangan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Hasbullah untuk terus mengukir sejarah,'' katanya. Munir menambahkan, setelah beralih status, IIKNU memiliki lima prodi, yakni kebidanan, ilmu keperawatan, gizi, dan adminsitrasi kesehatan.
Wabup Tuban Noor Nahar Hussein menyatakan bangga karena launching perubahan status tersebut mendapat respons luar biasa dari gubernur, PBNU, dan organisasi profesi di Jatim.
Dia mengatakan, IIKNU harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kesehatan di Tuban. Diakuinya, tantangan pembelajaran selama pandemi sangat berat karena harus banyak praktik. Namun, dengan teknologi tinggi dan biaya besar, bimbingan dapat dilakukan dengan jarak jauh.
Editor : Indra Gunawan