Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Syafiq Syauqi, Di Antara 7 Tokoh Pengusul Pergantian Menag

Indra Gunawan • Kamis, 24 Desember 2020 | 23:00 WIB
Syafiq Syauqi, Di Antara 7 Tokoh Pengusul Pergantian Menag
Syafiq Syauqi, Di Antara 7 Tokoh Pengusul Pergantian Menag

Syafiq Syauqi, ketua PW GP Ansor Jatim menjadi perbincangan khalayak. Faktornya, Gus Syafiq, tokoh muda kelahiran Jombang ini disebut di antara tujuh tokoh ulama terkemuka yang menyuarakan dan mengusulkan pergantian Menteri Agama RI Fachrul Razi. 


ZAKKI TAMAMI, Tuban, Radar Tuban 


Rumah Syafiq Syauqi, 38, di Jalan Sunan Kalijaga terbuka untuk siapapun yang bertamu, termasuk wartawan koran ini yang silaturrahim, kemarin (23/12) siang.


Disela-sela kesibukannya menjalankan tugas kuliah pasca sarjana Univeritas Islam Negeri (UIN) Jember, putra KH. Amanullah Abdurohim (almarhum), pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini, tetap bisa berbincang santai dan leluasa.


Nama Ketua PW GP Ansor Jatim ini memang disebut-sebut di antara tujuh tokoh ulama terkemuka yang bergerak secara aktif menyuarakan dan mengusulkan Menteri Agama Fachrul Rozi diganti.


Nama Gus Syafiq berada di urutan ketiga di bawah KH Anwar Iskandar (Kediri) dan KH Hasan Mutawakkil (Probolinggo). Serta, di atas empat nama, KH Achmad Chalwani (Berjan Purworejo), KH Munib (Kaliwungu Kendal), KH Ihya Ulumuddin (Lampung), serta KH Basyarudin Maisir (Lampung).


Merespons hal itu, alumnus Pondok Pesantren Matholiul Falah Kajen Pati ini hanya tersenyum membenarkan. Menurut dia, ide pergantian Menteri Agama itu telah dilontarkan sejak Juni lalu.


‘’Berkali-kali statemen di media seperti itu,’’ ujar dia didampingi wakil ketua bidang akreditasi dan pengawasan internal PW GP Ansor Jatim Harun Prasetyo dan sekretaris PC GP Ansor Tuban Wahid Ahmad Aly.


Dijelaskan Gus Syafiq, munculnya usulan pergantian itu dikarenakan adanya kegelisahaan para kiai atas kinerja Menag kala itu yang kurang merespons saat pandemi Covid-19 menerpa Indonesia. Terlebih pondok pesantren yang harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan fasilitas yang apa adanya tanpa adanya support dari Menteri Agama.


Bahkan penyerapan anggaran (untuk penanganan Covid-19) di kementerian itu sendiri tidak lebih dari 20 persen. Hal itu membuat para kiai merasakan dampak berarti atas support yang kurang maksimal. Lebih-lebih, menurut ketua PC GP Ansor Tuban 2012-2019 ini, kondisi pesantren serasa orde baru. ‘’Akhirnya di antara tujuh kiai tadi bersuara,’’ ungkap dia.


Hanya saja, terang menantu bupati Tuban Fathul Huda ini, kala dirinya atas nama PW GP Ansor Jatim menyuarakan dan mengusulkan Menteri Agama diganti, belum menyebut iden titas siapapun. Namun hanya dengar-dengar sebelum ada pengumuman oleh Presiden Joko Widowo, ketua umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sempat dipanggil oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikto.


Gus Syafiq menilai, Menteri Agama yang baru, Yaqut Cholil Qoumas memiliki kepekaan dan mampu mengayomi semua umat beragama dengan terus menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.


Syafiq Syauqi besar di keluarga pesantren. Usai mondok di Ponpes Matholiul Falah Kajen Pati, dirinya menerima bea siswa penuh sarjana studi Islam di Abu Nur Univercity Damascus Syria. Di sana diberi amanah sebagai sekretaris PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Syria.


Sepulang dari kuliah, Gus Syafiq berada di Tuban sejak 2008 setelah menikah dengan putri bupati Tuban Fathul Huda. Dari situlah dirinya kembali berjuang di NU Tuban dengan bergabung di PC GP Ansor Tuban. Dan pada 2012 menjadi ketua PC GP Ansor Tuban hingga 2019.


Dia berhasil menghidupkan seluruh ranting Ansor di Kabupaten Tuban dan program lainnya. Keberhasilannya memimpin Ansor Tuban berdampak positif hingga terpilih menjadi ketua PW GP Ansor Jatim 2019-2023.


Beragam inovasi dan kebijakan dicetuskan oleh santri yang hobi nggowes ini. Salah satunya pengelolaan administrasi untuk PC Ansor seluruh Jawa Timur dengan melahirkan aplikasi admin Ansor.


‘’Dulu mengurus SK PC dan PAC membutuhkan waktu yang cukup lama sampai 6 bulan dan harus datang (ke PW Ansor Jatim). Sekarang dengan program kerjanya lebih mudah hanya tinggal mengirim data melalui aplikasi Ansor, satu minggu jika syarat lengkap sudah beres,’’ bebernya.


Selain itu, saat PW GP Ansor Jatim dipimpin, satu ranting satu peleton Banser (30 anggota Banser) telah berjalan sekitar 50 persen lebih (untuk seluruh Jatim). Hal ini meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 5 orang anggota Banser setiap rantingnya.

Editor : Indra Gunawan