Radar Tuban - Kerusakan sayap Jembatan Glendeng di sisi utara Desa Simo, Kecamatan Soko semakin parah. Kenaikan debit air sungai Bengawan Solo sejak sepekan terakhir memicu volume pondasi yang runtuh semakin besar. Melihat kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tuban merekomendasikan jembatan ditutup total dari seluruh kendaraan, termasuk roda dua.
Sebulan terakhir, jembatan penghubung Soko (Tuban) - Bojonegoro ini dibuka untuk kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat atau lebih dialihkan ke jalur alternatif melalui Ponco (Parengan) - Jembatan Kalikethek, Bojonegoro.
Melihat kerusakan yang semakin parah, jembatan dianalisa tak kuat menampung beban tonase, sehingga harus disterilkan dari seluruh aktivitas. Kasatlantas Polres Tuban AKP Argo Budi Sarwono menjelaskan, mulai kemarin (4/12) kendaraan roda dua dialihkan ke jalur alternatif, mengikuti roda empat.
Pengalihan arus tersebut untuk keselamatan pengguna jalan karena kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan. ‘’Berdasarkan pemantauan DPUPR Tuban di lapangan, kembali terjadi longsor karena curah hujan yang tinggi,’’ ujar dia.
Lulusan Akpol 2007 itu menjelaskan, kasus robohnya Jembatan Widang menjadi pertimbangan utama agar korban jiwa tidak kembali terulang. Karena itu, jembatan ditutup total dari berbagai kendaraan hingga dilakukan perbaikan.
Kapan perbaikan berlangsung? Argo mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan DPUPR Tuban, perbaikan diperkirakan baru dimulai 2021. Selama penutupan jalan, Forum Lalu Lintas sudah melakukan penutupan jembatan dengan material semi-permanen.
Dilakukan pengecoran pada dua sisi jembatan, sehingga dipastikan tidak ada pelanggar yang ngotot menerobos papan imbauan pengalihan arus tersebut. ‘’Yang jelas sampai akhir 2020 ini belum bisa dilintasi karena perbaikan belum bisa dilaksanakan,’’ jelasnya.
Editor : Indra Gunawan