Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPP Tuban 3 Kali Juara Upsus SIWAB & Dorong Swasembada Garam Nasional

Indra Gunawan • Kamis, 19 November 2020 | 13:50 WIB
DPP Tuban 3 Kali Juara Upsus SIWAB & Dorong Swasembada Garam Nasional
DPP Tuban 3 Kali Juara Upsus SIWAB & Dorong Swasembada Garam Nasional

Meningkatnya produksi potensi unggulan perikanan dan peternakan merupakan salah satu sasaran Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Tuban. Organisasi perangkat daerah (OPD) ini berupaya meningkatkan populasi ternak dan produksi garam rakyat melalui inovasi program dan kegiatan. Pada tulisan pertama ini dikupas capaian bidang peternakan dan inovasi pergaraman.


Upsus SIWAB


Upsus SIWAB adalah kepanjangan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting. Target utama salah satu program dari Kementerian Pertanian (Kementan) ini adalah meningkatkan produksi daging dan terpenuhinya konsumsi protein hewani masyarakat. Salah satu kegiatan yang menunjang program tersebut adalah optimalisasi inseminasi buatan (IB). 


DPP Tuban di bawah  nakhoda Dr. Ir. M. Amenan, MT, menunjukkan prestasinya di bidang tersebut. Itu dibuktikan dengan sederet penghargaan yang membawa harum nama Bumi Wali. Yakni,  juara 1 pencapaian kelahiran terbaik mendukung UPSUS SIWAB selama tiga tahun berturut-turut, mulai 2018, 2019, dan 2020. 


Pada 2018, juara I pencapaian pemeriksaan kebuntingan (PKB) terbaik mendukung UPSUS SIWAB tahun 2018. Pada tahun yang sama, Tuban meraih juara II calon indukan sapi peranakan ongole (PO) pada Kontes Ternak dan Panen Pedet. Juara III Inseminator Terbaik Wilayah Introduksi dan juara I Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia terbaik.


Setahun berikutnya (2019), Tuban kembali menyabet juara I pelaksana pelaporan kelahiran mendukung upaya khusus SIWAB. Penghargaan lain di bidang peternakan, juara II Manajemen Kelompok Agribisnis Peternakan Ayam Buras 2019.


Amenan mengatakan, institusinya berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat peternak dalam bidang budidaya dari hulu hingga hilir sampai pasca panen ternak. 


Dalam mengakselerasi target percepatan pertumbuhan populasi sapi potong, Kabupaten Tuban mampu menunjukkan hasil signifikan. Pada 2018, target akseptor IB 95.000 ekor dan terealisasi 124.630 ekor. Pada tahun yang sama, dari target kebuntingan 79.800 ekor, terealisasi 88.579 ekor. Kelahiran ditarget 76.950 ekor tercapai 97.694 ekor. 


Tahun berikutnya, 2019 akseptor IB ditarget 95.000 ekor dan terealisasi 134.360. Kebuntingan yang ditarget 110.000 ekor, terealisasi 104.352 ekor dan kelahiran ditarget 80.000 ekor terealisasi 99.381 ekor. 


Pada tahun 2019, Tuban juga berhasil memberikan kontribusi yang besar terhadap Jatim. Rinciannya, akseptor IB sebesar 7,3 persen, kebuntingan 8,5 persen, dan kelahiran 7,3 persen.


Capaian tersebut berbanding lurus dengan jumlah populasi sapi potong di Bumi Wali. Pada 2017, jumlah sapi potong ditarget 334.097 ekor dan terealisasi 334.143 ekor. Tahun berikutnya (2018) ditarget 339.108 ekor, tercapai 339.563 ekor. Sementara pada 2019 dari target 334.195 ekor, terealisasi 334.243 ekor.


Tak hanya pertumbuhan populasi sapi potong. Produksi peternakan juga meningkat. Pada 2017, produksi peternakan tembus 16.692.396 ekor. Angka tersebut melampaui target 13.732.686 ekor. Pada 2018, jumlah produksinya meningkat pada angka 17.108.512 ekor. Target yang dipatok  pada tahun itu 14.095.049 ekor. Begitu juga tahun berikutnya (2019). Jumlah produksi peternakan tercapai 17.547.672 ekor dari target 14.467.406 ekor.


Tambak Garam 


Di daerah lain, pengelolaan lahan garam cenderung individual. Hal itu memicu produktivitas maupun kualitas garam yang rendah. DPP Tuban di bawah  kepemimpinan Amenan berusaha mencari terobosan melalui inovasi lahan konsolidasi atau integrasi lahan. Lahan integrasi tersebut, terang doktor jebolan Universitas Brawijaya Malang ini, tidak hanya meningkatkan kualitas dan produtivitas. Namun, juga efisiensi biaya produksi garam. 


Diterangkan dia, integrasi adalah menggabungkan lahan tambak garam menjadi minimal 15 hektare (ha) dalam satu hamparan produksi. Nantinya, lahan tersebut terbagi dalam beberapa fungsi yang dimanfaatkan bersama  petambak garam yang tergabung dalam program integrasi tambak garam. 


Melalui inovasi tersebut, diharapkan produksi garam di Tuban meningkat, sebagaimana program pemerintah pusat. ''Tujuannya, menyejahterakan petambak garam rakyat dan mendorong terwujudnya swasembada garam nasional,'' kata dia merujuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR).


Melalui program integrasi lahan garam, kata Amenan, diharapkan hasil komoditas ini mendukung swasembada Tuban sebagai kabupaten penyangga garam nasional.  Selain lahan garam terintegrasi, Bumi Wali memiliki lahan garam konvensional di wilayah Kecamatan Palang dan Tambakboyo luasnya 271 hektare (ha). Kerja keras DPP Tuban tersebut mampu meningkatkan produksi garam secara signifikan. Kalau pada 2016 produksi garam masih 5.137 ton per tahun, pada tahun berikutnya meningkat menjadi 21.527 ton per tahun. Sebuah lompatan produksi yang luar biasa. Pada 2018, produksi garam tercatat 32.324 ton dan 32.883,7 ton pada 2019. 


Dalam upaya meningkatkan harga garam di Tuban, lanjut Amenan, selama ini petani garam terkendala tidak adanya jaminan stok garam rakyat dengan sistem penyimpanan dalam gudang yang dikelola dengan baik. Kendala tersebut, kata dia, berhasil dicarikan solusi dengan keberadaan Gudang Garam Nasional berkapasitas 2.000 ton. ''Untuk lebih meningkatkan nilai jual garam dilakukan hilirisasi produk,'' tegas mantan kabag administrasi pembangunan perekonomian kesra setda itu.

Editor : Indra Gunawan